Bawaslu Rekomendasikan 110 TPS Pemungutan Suara Ulang

Fahreza Rizky, Jurnalis · Sabtu 30 Juni 2018 16:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 30 337 1916086 bawaslu-rekomendasikan-110-tps-pemungutan-suara-ulang-r8SpamESHI.jpg Diskusi Polemik Sindo Trijaya (Foto: Fahreza Rizky)

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) di 110 tempat pemungutan suara (TPS) pada Pilkada Serentak 2018.

Demikian dikatakan Komisioner Bawaslu, Fritz Edward Siregar, dalam acara diskusi Polemik MNC Trijaya FM dengan tema 'Pilkada, Kotak Kosong dan Pilpres' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (30/6/2018).

"Ada pelanggaran adiministrasi yang kami temukan. Ada 110 TPS yang akan dilakukan pemungutan suara ulang," kata dia.

 Tahapan Pilkada

Fritz mengungkapkan, 110 TPS yang akan dilakukan pemungutan suara ulang merupkan hasil rekomendasi dan laporan dari panitia pengawas pemilu di kecamatan (Panwascam).

Total TPS yang dilaporkan pelanggarannya dan dievaluasi Bawaslu hingga saat ini mencapai angka 8.300 TPS.

Pelanggaran tersebut ada yang masuk kategori pidana, juga ada pelanggaran administrasi. Dugaan pelanggaran itu ada yang berupa politik uang, kotak suara yang sudah dicoblos lebih dulu dan ada yang memilih padahal tidak punya hak untuk memilih.

Pemungutan suara ulang dilakukan karena adanya dugaan pelanggaran dan disebabkan kondisi alam, seperti banjir dan curah hujan yang tinggi.

"Karena kejadiannya di TPS. 110 itu rekomendasi Pawascam. Kami baru mendapat kasus money politics 37 kasus. Yang terbanyak ada di Sulsel 8 kasus, Sumut 7 kasus," tukasnya.

Namun secara umum, Pilkada serentak 2018 dinilai telah berhasil dan sesuai target dari KPU-Bawaslu. "Secara umum semua itu sudah hampir sesuai dengan rencan pada beberapa hal yang harus dievaluasi," tukasnya.

 Ilustrasi Pilkada

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini