nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pencarian Korban KM Sinar Bangun Kembali Diperpanjang hingga 3 Juli 2018

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Sabtu 30 Juni 2018 20:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 30 340 1916129 pencarian-korban-km-sinar-bangun-kembali-diperpanjang-hingga-3-juli-2018-meMb2TbJcr.jpg Pencarian korban KM Sinar Bangun (Foto: Ist)

MEDAN - Badan Pencarian dan Keselamatan Nasional (Basarnas) kembali memperpanjang masa pencarian korban kapal motor (KM) Sinar Bangun hingga 3 Juli 2018 mendatang. Perpanjangan ini merupakan perpanjangan kali ketiga sejak kapal tersebut tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, 18 Juni 2018 lalu.

Sebelumnya, Basarnas telah melakukan pencarian untuk periode reguler selama 7 hari antara 18-24 Juni 2018. Pencarian kemudian diperpanjang untuk pertama kalinya antara 25-27 Juni 2018. Karena belum mendapatkan hasil yang maksimal, perpanjangan kedua kembali dilakukan antara 28-30 Juni 2018.

Pencarian korban KM Sinar Bangun 

Kabar perpanjangan ketiga masa operasi SAR itu dibenarkan oleh Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan pada Sabtu (30/6/2018).

"Benar, tadi dari informasi Deputi Operasi, Brigjen TNI Nugroho Budi Wiryanto, operasi SAR diperpanjang tiga hari lagi hingga Selasa 3 Juli 2018,” kata Budiawan.

Budiawan menegaskan, perpanjangan masa operasi SAR ini dilakukan untuk memaksimalkan pencarian korban dengan menggunakan alat-alat yang mereka datangkan.

"Kita juga merencanakan bantuan peralatan dari Singapura dan Kementerian ESDM. Ini masih dikoordinasikan. Kita ingin pencariannya nanti maksimal," tegasnya.

 Bangkai KM Sinar Bangun termonitor

Sebelumnya diberitakan KM Sinar Bangun tenggelam dalam pelayaran dari Simanindo, Samosir, menuju Tigaras, Simalungun, Senin 18 Juni 2018 sore. Saat tenggelam, KM Sinar Bangun diperkirakan membawa sekitar 200 penumpang dan puluhan sepeda motor. Sesuai data dari Basarnas, 24 orang yang ikut dalam kapal telah ditemukan. Sebanyak 21 orang dinyatakan selamat, sedangkan 3 penumpang ditemukan meninggal dunia. Sementara 164 orang lainnya masih hilang.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini