nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Keluarga Berbeda Pendapat soal Penghentian Pencarian Korban KM Sinar Bangun

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 02 Juli 2018 15:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 02 340 1916674 keluarga-berbeda-pendapat-soal-penghentian-pencarian-korban-km-sinar-bangun-MM9XsdP1zu.jpg Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun. (Foto: Antara)

MEDAN - Sudah 15 hari operasi pecarian dan evakuasi korban kapal motor (KM) Sinar Bangun, yang tenggelam di Dasar Danau Toba dilakukan. Baru 24 orang korban yang ditemukan, sementara sekitar 164 lainnya masih hilang dan diduga terjebak di dalam bangkai kapal yang sudah diketahui lokasinya. Jenazah korban hilang itu pun sulit dievakuasi karena berada di kedalaman 450 meter.

Keluarga korban tetap berharap operasi pencarian dan evakuasi terus diupayakan secara maksimal. Meskipun Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas) telah memutuskan untuk menghentikan pencarian pada Rabu, 3 Juli 2018 besok.

Sri Santika, salah satu korban selamat sempat tidak setuju operasi dihentikan. Apalagi sebelumnya sudah bangkai KM Sinar Bangun sudah ditemukan di dasar danau.

Prosesi Tabur Bunga Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Sri yang sedang berbadan dua kehilangan suaminya. Dia begitu terpukul sehingga terus meminta agar Tim SAR melakukan pencarian. "Kalau ditanya pasti enggak setuju. Tapi maunya dicari lah lagi. Saya tetap berharap suami dan teman-teman saya bisa ditemukan," harapnya.

Begitu pula dengan kebanyakan keluarga korban lainnya. Mereka sangat berharap keluarga mereka dapat ditemukan. Namun tak sedikit dari mereka yang sudah mengikhlaskan karena mempertimbangkan kondisi jenazah korban yang sudah lama berada di dalam air.

"Lebih baik ini dihentikan saja. Kami juga enggak tega melihat jasad anak kami kalau tidak utuh," kata Lasma, yang kehilangan putrinya dalam tragedi itu.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Medan, Budiawan mengatakan, setelah melewati dialog dengan keluarga korban, Basarnas akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan evakuasi korban mulai 4 Juli 2018. Pencarian hanya akan dilakukan sampai 3 Juli 2018.

Doa Lintas Agama untuk Korban Tenggelamnya KM Sinar Bangun

"Kita sudah musyawarah, baik dengan keluarga korban dan pihak Pemkab Simalungun. Ada kesepakatan untuk mengikhlaskan korban yang masih hilang," ujar Kepala Kantor SAR Medan Budiawan.

Keluarga juga sepakat dengan opsi dari Tim SAR untuk melakukan tabur bunga di Danau Toba. Pemkab Simalungun juga berjanji akan membuatkan monumen KM Sinar Bangun. Monumen itu akan berbentuk kapal, dengan nama dan tanggal lahir para korban.

Pemkab Simalungun juga menjanjikan bantuan sebesar Rp2 juta per orang. Selain Pemkab, Kementrian Sosial juga memberikan bantuan Rp15 juta, ditambah bantuan dari Jasa Raharja.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini