nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PVMBG: Potensi Erupsi Gunung Agung Masih Tinggi

Nurul Hikmah, Jurnalis · Senin 02 Juli 2018 22:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 02 340 1916854 pvmbg-potensi-erupsi-gunung-agung-masih-tinggi-b9wm0WZBGD.jpg Foto Istimewa

KARANG ASEM - Dalam 12 jam ini aktivitas Gunung Agung teramati tinggi. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Sub Bidang Mitigasi Pemantauan Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Goelogi, Devy Kamil Syahbana di Pos Pemantauan Gunung Agung Rendang, Karangasem, Senin (2/7/2018).

Dia mengatakan, dari pukul 06.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita teramati ada lima kali gempa letusan dan 18 kali hembusan.

"Ada lima kali meletus. Kegempaan ini masih didominasi oleh kegempaan dengan konten prekuensi rendah. Artinya aliran magma atau lava ke permukaan itu lebih dominan daripada aktivitas pembangunan tekanan di bawah Gunung Agung," ujarnya.

Menurutnya, dengan hal itu potensi terjadinya erupsi sampai saat ini masih relatif tinggi. Namun untuk terjadinya erupsi yang lebih eksplosif atau sangat eksplosif itu kemungkinan masih rendah saat ini.

 GUung

Dia menerangkan, untuk intensitas erupsi yang terjadi pada hari ini relatif rendah, abu yang terekam paling tinggi 2000 meter pada pukul 06.19 Wita.

"Erupsi terjadi dengan intensitas yang lebih kecil, tinggi maksimum 1.000 meter saja. Kalau dilihat dari volumenya ini erupsi skala kecil," ujarnya.

Penyebab adanya fluktuasi ini menurutnya, erupsi yang terjadi saat ini konsekuensi pembangunan tekanan yang terjadi sebelumnya.

Pihaknya menegaskan, bahwa untuk saat ini aktivitas Gunung Agung didominasi erupsi efusif maupun eksplosif dengan skala rendah.

"Efusif ini berupa aliran lava kepermukaan kawah. Ini terlihat terekamnya titik panas didalam kawah oleh satelit. Hal ini mengindikasikan kemungkinan terjadinya erupsi eksplosif masih rendah," terangnya.

Dikabarkan sebelumnya Gunung Agung sejak pagi terus aktif, hari ini pertama kali meletus pada pukul pukul 06.19 Wita dengan tinggi kolom abu teramati 2.000 meter diatas puncak atau sekitar 5.142 meter di atas permukaan laut.

 Gunung

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 18 mm dan durasi 3 menit 47 detik.

Kemudian terjadi erupsi susulan terjadi pada pukul 06.41 Wita dan 06.55 Wita dengan tinggi kolom abu masing-masing teramati setinggi 1.000 meter di atas puncak Atau 4.142 meter di atas permukaan laut dan 700 meter di atas puncak atau sekitar 3.842 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Kedua erupsi susulan ini terekam di seismogram masing-masing dengan amplitudo maksimum 18 mm dan 20 mm, durasi 2 menit 11 detik dan ± 2 menit 38 detik.

Kemudian kembali meletus pada pukul 13:11 Wita dengan tinggi kolom abu teramati 500 meter di atas puncak atau sekitar 3.642 meter di atas permukaan laut.

 Gunung

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 15 mm dan durasi 3 menit 11 detik.

Lalu Gunung Agung meletus lagi sekira pukul 13:43 Wita dengan tinggi kolom abu teramati 700 m di atas puncak atau sekitar 3.842 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya dan barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24 mm dan durasi 2 menit 30 detik.

Dia menyatakan hingga sampai saat ini status Gunung Agung masih dilevel III, dan rekomendasi untuk masyarakat dan wisatawan dilarang untuk beraktivitas diradius 4 KM dari puncak gunung tersebut.

 

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini