nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sempat Ricuh Gara-Gara Film "Papua Barat Merdeka", Kondisi Malang Mulai Kondusif

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 02 Juli 2018 18:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 02 519 1916786 sempat-ricuh-gara-gara-film-papua-barat-merdeka-kondisi-malang-mulai-kondusif-Vx6Rrxrx00.jpg Rumah Kontrakan Mahasiswa Papua di Malang (foto: Avirista Midaada/Okezone)

KOTA MALANG - Pasca-kericuhan antara sejumlah mahasiswa dari Papua dengan warga Kelurahan Dinoyo, Kota Malang, situasi saat ini berangsur - angsur kondusif.

Seorang penghuni rumah yang tepat berada di depan rumah kontrakan yang dihuni mayoritas mahasiswanya Papua, Deni Prasetyo (32) mengatakan ulah pemuda asal Papua memang meresahkan lingkungan.

Bentrok di Malang Antara Warga dengan Mahasiswa asal Papua (foto: Avirista Midaada/Okezone) 

"Kemarin itu masa kontraknya sudah habis jadi sama RT dan RW ditanyakan," jelasnya.

Ia menambahkan selain masa kontraknya habis, ia menuturkan para penghuni rumah suka berulah dengan mabuk - mabukan dan bikin gaduh.

"Di kontrakan yang dihuni sekitar 15 orang tersebut, setiap malam mereka selalu berisik, bikin gaduh mas," ungkapnya kepada okezone, Senin siang (2/7/2018).

Tak hanya itu, Deni menambahkan para pemuda sering ugal-ugalan jika mengendarai sepeda motor meski berada di lingkungan perkampungan dengan jalan yang sempit. "Sudah sering diingatkan, eh kok tetep saja enggak berubah. Sudah laporan RT, RW tetap saja, malah semakin melonjak," keluhnya.

"Kalau ada kabar nonton film Papua Merdeka atau organisasi lainnya, kami enggak tahu pasti. Namun yang jelas ya warga tidak setuju mereka kembali ke sini," jelas Deni kembali.

Sementara Polres Malang Kota berinisiatif melalukan mediasi kedua kubu yang sempat ricuh tersebut, Senin siang di Aula Rupatama Polres Malang Kota.

Bentrok di Malang Antara Warga dengan Mahasiswa asal Papua (foto: Avirista Midaada/Okezone) 

"Kejadian semalam sudah aman. Tadi siang kami mediasi keduanya," jelas Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri kepada media.

Sebelumnya pada Minggu malam 1 Juli 2018 sang pemilik kontrakan H. Mansyur menginformasikan ke warga terkait masa kontrakannya yang habis. Lalu sang pemilik rumah, bersama Ketua RT dan RW serta warga setempat mendatangi rumah guna meminta meninggalkan rumah tersebut.

Namun hal tersebut justru berbuntut pecahnya bentrokan antara warga setempat dan perwakilan mahasiswa Papua yang menghuni rumah. Akibat bentrokan tersebut sejumlah rumah di Jalan MT Haryono Gang 8 kaca depan rumah pecah akibat lemparan batu oleh massa.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini