Kekalahan di Pilgub Jabar Jadi Evaluasi Partai Golkar Hadapi Pemilu 2019

Bayu Septianto, Okezone · Senin 02 Juli 2018 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 02 525 1916621 kekalahan-di-pilgub-jabar-jadi-evaluasi-partai-golkar-hadapi-pemilu-2019-5fP1UHoGUV.jpg Ketua DPD Partai Golkar Jabar Dedi Mulyadi (Foto: Bayu/Okezone)

JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan Partai Golkar akan melakukan evaluasi pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 di wilayah Jawa Barat. Evaluasi akan dilaksanakan menyeluruh mulai dari pelaksanaan Pemilihan Gubernur hingga pemilihan bupati/walikota yang ada di Jawa Barat.

Menurut Dedi, salah satu faktor kekalahan Partai Golkar pada Pilgub Jabar adalah tidak bisa menangkal adanya gerakan #2019GantiPresiden dari salah satu pasangan calon. Masalah inilah salah satunya yang akan menjadi evaluasi agar Pemilu 2019 Partai Golkar meraih kemenangan di Jawa Barat.

"Nah kalau berangkat kalau berkaca dari Pilgub kemarin ini adalah pembelajaran penting, pembelajaran penting adalah sosok pasangan yang tidak diperhitungkan cepat melakukan perubahan-perubahan elektabilitas bahkan mengancam memenangi Pilgub sekalipun, itu kan berawal dari adanya #2019GantiPresiden, ketika debat dilaksanakan di Depok," jelas Dedi di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/7/2018).

Menurut Dedi, merosotnya suara di Pilgub Jabar bagi Partai Golkar harus segera mengambil langkah-langkah politik agar Pemilu 2019 meraih kemenangan. Apalagi, Pemilu 2019 nanti akan digelar serentak antara Pemilu Legislatif dengan Pemilihan Presiden.

"Bagi Partai Golkar hari ini adalah mengambil langkah-langkah politik strategis dan mengambil isu-isu strategis itu, karena di 2019 Pemilihan Presiden berbarengan dengan legislatif. Salah kita membuat format Pemilu untuk 2019, bisa jadi bencana bagi Partai Golkar," ucap Dedi.

Menurut Dedi, ia bersama DPP Partai Golkar segera membangun formula-formula baru menghadapi gerakan #2019GantiPresiden. Pasalnya, di Pemilu 2019, Golkar telah sepakat untuk mendukung kembali Joko Widodo sebagai calon presiden.

"Saya sudah menyampaikan ke DPP untuk segera membangun formula-formula baru dalam menghadapi fenomena gelombang #2019GantiPresiden. Apa yang harus dibuat oleh Golkar," tutur Dedi.

"Nanti misalnya minggu depan DPD Jawa Barat ambil sikap politik apa-apa saja yang harus dilakukan menyelamatkan Pemilihan 2019. Karena kan berbarengan Pileg dengan Pemilihan Presiden," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini