Perolehan Suara Asyik dan Sudirman-Ida Melonjak, Ini Penjelasan LSI

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 02 Juli 2018 21:19 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 02 525 1916892 perolehan-suara-asyik-dan-sudirman-ida-melonjak-ini-penjelasan-lsi-gttlHZWTwh.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memparkan penyebab kenaikan luar biasa pendukung dan suara dari pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Pilgub Jabar dan pasangan Sudirman-Ida Fauziyah di Pilgub Jateng.

Direktur Eksekutif LSI Denny JA mengatakan, fenomena melejitnya pendukung dan suara dari pasangan Asyik di Pilgub Jabar dan Sudirman-Ida di Pilgub Jateng terjadi lantaran beberapa faktor. Pertama, kata dia, sepekan terakhir sebelum hari pencoblosan, terjadi mobilisasi dukungan yang efektif untuk Asyik di Jabar dan Sudirman-Ida di Jateng.

Menurut dia, gerakan seminggu terakhir ini tak lagi terpantau oleh lembaga survei manapun, termaksud LSI Denny JA.

"Survei terakhir Denny JA di Jabar dan di Jateng, mengambil data sebelum seminggu terakhir. Tentu survei tak bisa membaca apa yang belum terjadi," kata Denny JA dari keterangan tertulisnya, Senin (2/7/2018).

Sementara faktor kedua melejitnya suara dan dukungan dari calon yang diusung Partai Gerindra dan PKS itu terjadi lantaran mobilisasi Asyik di Jabar dan Sudirman-Ida di Jateng berhasil mengambil mayoritas telak pemilih yang masih mengambang.

"Silahkan kita ketik di mesin pencari google. Untuk kasus Jabar, survei terakhir LSI Denny JA mencatat suara yang masih mengambang sebesar 39 persen. Ini gabungan suara yang belum menentukan dan suara yang masih ragu," jelasnya.

 Pilkada

Dalam survei itu, dukungan untuk Asyik masih sekitar 8,2 persen. Berdasarkan data quick count atau hasil hitung cepat, dukungan Asyik 6 hari kemudian setelah publikasi survei itu menjadi 28-29 persen. Ada kenaikan Asyik sebesar 20 persen.

Denny JA mengatakan, pihaknya telah menyimpulkan bahwa dalam mobilisasi seminggu terakhir, pasangan Asyik berhasil meraup 20 persen dukungan dari 39 persen suara mengambang. Sementara itu, pasangan Asyik juga sendirian berhasil mempengaruhi lebih dari 50 persen suara mengambang tersebut.

"Sebesar 20 persen dari 39 persen suara mengambang yang belum menentukan pilihannya berhasil diambil Asyik," kata Denny JA.

Ia melanjutkan bahwa pasangan Sudirman-Ida di Pilgub Jateng sebenarnya telah dinyatakan kalah dalam survei terkahir LSI Denny JA dari petahana Ganjar-Yasin yang diprediksi akan berhasil meraup suara sebesar 54 persen. Sementara hasil survei Sudirman-Ida hanya 13 persen.

"54 persen ditambah 13 persen, total hanya 67 persen. Karena hanya ada dua calon, suara yang mengambang sebanyak 100 persen dikurang 67 persen sama dengan 33 persen," terangnya.

 Pilkada

Sementara itu hasil quick count Denny JA, Sudirman Said enam hari setelah publikasi mendapat dukungan 41 sampai 42 persen. Sehingga, terdapat lonjakan sebesar 28 sampai 29 persen.

"Dari mana datangnya dukungan ini?" imbuhnya.

Menurut Denny JA, mobilisasi seminggu terakhir dari Sudirman-Ida berhasil membujuk 28 sampai 29 persen dari 33 persen suara pemilih yang masih mengambang tersebut. Alhasil gerakan seminggu terakhir ini dinilai sangat efektif.

"Penjelasan ini tentu diberikan dengan asumsi jika Golput yang terjadi dalam Pilkada Jabar terbagi secara proporsional. Quick count LSI Denny JA mencatat Golput di Jabar sebesar 30.86 persen. Golput di Jateng sebesar 35.47 persen," paparnya.

Ia menilai, selama ini kerja lembaga survei juga mangambil asumsi Golput yang terjadi secara proporsional atas masing masing calon. Sebab itu, yang dianalisa hanya kerja mesin partai politik seminggu terakhir dan tidak mengambil suara mengambang.

Selain itu, lanjut Denny JA, penyebab Pilkada Jabar dan Jateng yang heboh di antara 171 Pilkada serentak tahun ini karena di wilayah tersebut Pilkada menjadi terasa Pilpres. "Dua kandidat, Asyik di Jabar dan Sudirman-Ida di Jateng sangat tegas posisinya. Jika menang mereka mengusung #2019GantiPresiden," ucapnya.

Alhasil, tak menjadi kebetulan di dua wilayah itu terjadi lonjakan dukungan Asyik dan Sudirman-Ida yang sangat luar biasa pada sepekan terakhir, yang tentunya tak lagi terpantau lembaga survei. Kemudian di wilayah lain, walau terdalat kontroversi, tapi tidak dimobilisasi sebab kontestasinya tak terasa seperti Pilpres.

"Pilkada memang sudah selesai. Namun aura pilpres 2019 semakin terasa. Melihat begitu panasnya perlawan di Jabar dan Jateng atas hasil quick count, juga mungkin atas hasil real count KPUD nanti, bersiaplah untuk pertarungan Pilpres 2019 yang akan sengit," tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini