nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tahun Ini, Kurikulum 2013 Wajib Diterapkan Total

Koran SI, Jurnalis · Senin 02 Juli 2018 11:51 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 02 65 1916549 tahun-ini-kurikulum-2013-wajib-diterapkan-total-9LIaykcxB7.jpg Kurikulum 2013 harus diterapkan. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai tahun ini mewajibkan seluruh sekolah menggunakan Kurikulum 2013 secara total.

Saat ini terdapat 78.000 sekolah yang memasuki tahap akhir pelatihan dan pendampingan Kurikulum 2013 (K13). Dengan demikian, tahap pelatihan dan pendampingan sudah berjalan di semua sekolah sehingga K13 pun bisa dijalankan secara maksimal. “Tahun ini adalah tahun terakhir pelatihan dan pendampingan Kuriku lum 2013. Tahun ini semua sekolah harus menggunakan Kurikulum 2013 tanpa kecuali,” kata Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad di Jakarta, kemarin.

Baca Juga : 10 Masalah Utama Kurikulum 2013

Kemendikbud akan menerjun kan pendamping yang diharapkan bisa mencermati implementasi K13 di sekolah. Pendampingan ini bertujuan memperkuat pemahaman mengenai Kurikulum 2013 berikut perubahannya di lapangan.

Masker Jadi Teman bagi Siswa SD Lereng Merapi Saat Ujian Kenaikan Kelas

Selain itu, katanya, untuk membantu mengatasi berbagai kendala yang muncul pada saat pelaksanaan kurikulum tersebut di sekolah. Terkait pendampingan di daerah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T), juga akan diberikan penanganan khusus ke sekolah-sekolah tersebut oleh Kemendikbud. Hamid mengatakan, Kemen dikbud menargetkan output dari implementasi Kurikulum 2013, yakni perubahan pendidikan karakter yang terintegrasi di sekolah, baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler.

Kemudian ke dua adalah perubahan budaya literasi di sekolah. “Guru dapat menargetkan siswanya untuk menuntaskan empat hingga lima buku bacaan per tahun,” ujarnya. Hamid pun menyoroti tentang kemampuan High Order Thinking Skills (HOTS) yang harus segera dikuasai siswa, baik itu pemahaman, aplikasi, dan penalaran harus diajarkan guru agar siswa Indonesia mampu bersaing dengan negara lain.

Baca Juga : Cara Kreatif Guru dalam Kurikulum 2013

Melalui K13, kata dia, siswa akan dikenalkan kepada peserta didik mulai sejak dini sehingga guru-guru pun bisa kreatif dan tidak lagi pasif menyuruh siswa menghafal, melainkan melatih siswa dengan keterampilan abad 21, yaitu berpikirkritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi.

Masker Jadi Teman bagi Siswa SD Lereng Merapi Saat Ujian Kenaikan Kelas

Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyatakan guru harus bisa memberi teladan kepada siswanya. Guru bukanlah sekadar pengajar namun juga harus bisa memahami peran sebagai pendidik. “Pembelajaran yang diterapkan di sekolah haruslah fleksibel serta mampu memberikan ruang yang cukup untuk pengembangan,” kata mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Ketua Umum PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rasyidi menjelaskan, pemerintah memang sudah seharusnya memperbaiki penerapan kurikulum yang masih mendua di sekolah, yakni antara K13 dan Kurikulum 2006 yang berbeda substansi dan pendekatannya.

Salah satu perbedaan paling mencolok adalah penerapan Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang belum merata karena dualisme kurikulum tersebut. Unifah mengatakan, HOTS itu bukan soal sulit, akan tapi soal yang menuntut penalaran dan logika berpikir tingkat tinggi bersifat abstraksi. Dia menekankan, proses pendidikan belum ke arah sana sehingga tidak heran menimbulkan reaksi ketika Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) kemarin.

Baca Juga : Cara Kreatif Guru dalam Kurikulum 2013

Unifah mengatakan, hingga saat ini cetak biru pendidikan belum terlihat dan rencana strategis belum jelas sampai habis masa pemerintahan, bah kan belum merespons kebutuhan Revolusi Industri 4.0. “Tidak heran pendidikan karakter juga jalan di tempat karena bentuk, model, dan strateginya belum jelas,” katanya.

Selain itu, mengenai upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM), maka proses pembelajaran di kelas harus diperbaiki. Lemahnya skor dalam Programme for International Students Assessment (PISA) dan Trends in International Mathematics and Science Study (TIMMS) mengindikasikan ada permasalahan dalam kelas sebab mutu pendidikan sejatinya bermuara pada proses di kelas. Pemerintah pun harus membuat platform SDM Indonesia yang berkualitas, terbuka terhadap ide-ide baru, kreatif, memiliki ketrampilan hard and soft skill, dan visioner sesuai dengan tuntutan Revolusi Industri 4.0. Dia pun meminta pemerintah memperbaiki proses pelatihan guru.

Baca Juga : 10 Masalah Utama Kurikulum 2013

Menurut dia, pelatihan guru masih kurang. Padahal inti dari kualitas guru bukan pada pelaksanaan sertifikasi guru. Terutama adalah pada pengembangan keprofesian berkelanjutan yang hampir tidak tersentuh.

“Pendekatan pelatihan masih diperlukan dalam klasterklaster. Guru-guru yang sudah sangat maju dapat menjadi tutor sebaya,” ujarnya. (Neneng zubaidah/Koran Sindo).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini