nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Chevrolet Tinggalkan Vietnam Tanpa 'Boyong Koper'

Mufrod, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 20:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 03 15 1917425 chevrolet-tinggalkan-vietnam-tanpa-boyong-koper-oiZZzvIkJc.jpg General Motors (Foto: Ist)

HANOI - General Motors melalui merek produksi Chevrolet akan meninggalkan pasar automotif Vietnam, kondisi tersebut juga sama seperti yang dilakukan General Motors di Indonesia. Di Vietnam sendiri GM memilih angkat kaki tanpa memboyong koper alias tak menjual pabriknya di Hanoi.

Pengelolaan pabrik perakitannya kini diserahkan ke perusahaan lokal di Vietnam yakni Vingroup JSC. Tak hanya pabrik, jaringan diler dan karyawan pun akan diambil alih perusahaan tersebut. Serah terima akan dilakukan antara GM dengan Vingroup akhir 2018.

GM akan mengalihkan kepemilikan penuh pabriknya di Hanoi kepada VinFast, untuk pembuat mobil Vietnam untuk memproduksi mobil kecil di bawah lisensi global GM mulai 2019, kata mereka, tanpa mengungkapkan nilai untuk kesepakatan itu.

"Visi kami adalah membangun eco-system manufaktur mobil yang akan mencakup pabrik perakitan, pemasok dan dealer otomotif lokal, dan serangkaian industri pendukung," kata Chief Executive VinFast, Jim DeLuca, seperti dikutip dari CNBC, Selasa (3/7/2018).

 

Tahun depan Vingroup akan segera melakukan produksi lima kendaraan, dengan standar global yang tetap mengacu pada General Motor pusat.

"Rencana kami adalah meluncurkan portofolio lima kendaraan VinFast pada 2019 dan kemitraan strategis ini merupakan bagian integral dari itu," katanya.

Penjualan mobil Vietnam naik 24% pada 2016 tetapi turun 10% tahun lalu menjadi 272.750 unit, data dari Asosiasi Produsen Mobil Vietnam (VAMA) menunjukkan. Penjualan turun 6% dalam lima bulan pertama 2018.

Penjualan Chevrolet tumbuh 8,5% menjadi 10.576 unit pada tahun 2017, tertinggal dari 34,5% di Indonesia dan 25,7% di Thailand, tambah laporan tersebut.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini