nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Malaysia Tahan Mantan PM Najib Razak Terkait Kasus 1MDB

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 17:21 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 03 18 1917333 kpk-malaysia-tahan-mantan-pm-najib-razak-terkait-kasus-1mdb-48LESUMuu4.jpg Mantan PM Malaysia, Najib Razak. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR – Agen Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC) telah menangkap mantan Perdana Menteri Najib Razak menyusul penyelidikan skandal korupsi perusahaan investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang didirikannya pada 2009. Najib dijadwalkan akan menghadapi tuntutan pengadilan pada Rabu.

Setelah kemenangannya dalam pemilihan umum Mei, perdana menteri baru, Mahathir Mohamad membuka kembali penyelidikan 1MDB yang sebelumnya telah dihentikan. Sejak itu, Najib dilarang meninggalkan Malaysia dan menjalani pemeriksaan dan penggeledahan terhadap rumah dan beberapa properti yang berhubungan dengannya atau keluarganya.

BACA JUGA: KPK Malaysia Bekukan Rekening Bank Partai Terbesar UMNO

Gugus tugas penyelidikan skandal korupsi 1MDB mengatakan, penangkapan Najib ini sehubungan dengan penyelidikan terhadap SRC International, bekas unit 1MDB. Salah seorang sumber yang dekat dengan keluarga Najib mengatakan, dia diperkirakan akan dituduh dengan penyalahgunaan kekuasaan di SRC.

SRC dibentuk pada 2011 oleh pemerintah Najib untuk mengejar investasi luar negeri dalam sumber daya energi, dan merupakan unit 1MDB sampai dipindah ke kementerian keuangan pada 2012.

Diwartakan Reuters, Selasa (3/7/2018), Najib dijemput oleh dua agen MACC dari rumahnya setelah mereka menunjukkan perintah penahanan. Juru bicara Najib masih belum memberikan keterangan mengenai penahanan ini.

BACA JUGA: Mahathir: Malaysia Akan Jatuhkan Tuntutan Berlapis Terhadap Najib Razak

1MDB sedang diselidiki di setidaknya enam negara karena dugaan pencucian uang dan korupsi. Departemen Kehakiman Amerika Serikat memperkirakan bahw hampir USD4,5 miliar (Rp 65 triliun) telah diselewengkan dari perusahaan investasi tersebut.

Penyelidikan MACC berfokus pada perpindahan dana sebesar 42 juta ringgit (sekira Rp150 miliar) dari SRC International ke rekening Najib. MACC dapat melacak jejak uang dari SRC dengan mudah karena transaksinya dilakukan melalui entitas Malaysia.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini