nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Letusan Gunung Agung Pagi Tadi Efek Gempa Tektonik di Bali Selatan

Nurul Hikmah, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 17:51 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 03 340 1917360 letusan-gunung-agung-pagi-tadi-efek-gempa-tektonik-di-bali-selatan-nOoWGPuQTl.jpg Erupsi Gunung Agung (Foto: Ist)

KARANGASEM - Erupsi Gunung Agung yang terjadi pada pada pukul 09.28 Wita, Selasa (3/7/2018) dipengaruhi gempa tektonik yang terjadi tadi pada 09.19 Wita dengan kekuatan 5.0 SR.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Devy Kamil Syahbana mengatakan, sampai aktivitas Gunung Agung masih tinggi dan berkembang.

"Artinya aktivitas Gunung Agung saat ini diikuti akan erupsi. Sampai jam 12 terakhir terekam 3 kali gempa letusan, 2 kali gempa vulaknik dan 3 kali gempa low frekuensi. Di antara gempa 2 ini yang menarik adalah dua gempa vulkanik, meski magnitudonya masih kecil sekitar 2.1 mm namun hal ini mengindikasikan ada magma dari kedalaman," ujarnya.

 Gunung Agung

Dia menjelaskan, dari jam 06.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita terjadi dua kali erupsi. Erupsi pertama pada pukul 09.28 Wita dan yang kedua terjadi pada 09.46.

"Erupsi yang terjadi tadi pada pukul 9.28 Wita diawali dengan gampa tektonik yang ada di selatan Pulau Bali. Gempa tektonik tidak secara langsung merefleksiakan kondisi magma dalam tubuh Gunung Agung. Tapi gempa tektonik bisa dikatakan gangguan dari luar. Hal itu bisa mengganggu kestabilan Gunung Agung," katanya.

Dia menjelaskan, setelah gempa tektonik ada erupsi karena dalam kantong magma sudah terisi. "Magma yang sudah siap keluar ketika diguncang wajar mengalami erupsi," paparnya.

 Gunung Agung

Dikabarkan sebelumnya, tadi pagi Pulau Bali tepatnya di Kota Denpasar digoyang gempa dengan kekuatan 5.0 SR sekira pukul 09.19 Wita. Gempa itu dirasakan di Kuta, Denpasar dan Mataram. Hasil analisis update BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki magnitudo M=4,9. Episenter terletak pada koordinat 9,66 LS dan 115,22 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 110 km arah selatan Kota Denpasar, Provinsi Bali pada kedalaman 24 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi selatan di Bali ini merupakan gempa bumi berkedalaman dangkal akibat oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik-mendatar (oblique thrust).

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini