nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim SAR Belum Tahu Tujuan Kapal Pengangkut TKI yang Tenggelam di Malaysia

Muhammad Bunga Ashab, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 21:15 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 03 340 1917463 tim-sar-belum-tahu-tujuan-kapal-pengangkut-tki-yang-tenggelam-di-malaysia-pEr2BS1Hxi.jpg Tim SAR melakukan pencarian korban kapal TKI (Dok. Tim SAR)

TANJUNGPINANG - Tim Search and Rescue (SAR) Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang siap membantu apabila dibutuhkan pihak Malaysia mencari penumpang kapal pancung yang tenggalam di perairan Tanjung Balu, Kota Tinggi, Johor Bahru, Malaysia, Senin (2/7/201) dini hari. Kapal pancung pembawa Warga Negara Indonesia (WNI) membawa 44 orang penumpang. Hingga kini dilaporkan 18 orang WNI masih hilang.

"Kita sudah terima laporan dari Maritime Rescue Coordination Centers (MRCC) Johor, Malaysia, bahwa masih ada 18 orang yang hilang diduga WNI. Kita siap membantu apabila dibutuhkan dalam melakukan pencarian korbab," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang Budi Cahyadi melalui Kepala Operasional Eko Suprianto di Tanjungpinang, Selasa (3/7/2018).

(Baca Juga: Kapal Pengangkut TKI Tenggelam di Malaysia, 1 WNI Tewas, 18 Masih Hilang)

Eko menyampaikan informasi yang diperolehnga bahwa kejadiannya lebih kurang 8 Nautical Miles dari bibir pantai Pantai Punggai Johor, Malaysia. Tim SAR terus berkoordinasi dengan pihak MRCC Johor dalam pencarian korban. Sejauh ini sudab 25 orang selamat dievakuasi dan satu orang meninggal dunia, sementara 18 orang lagi masih hilang.

"Kita hanya berkoordinasi dengan pihak MRCC untuk perkembangan pencarian sisa korban. Sebanyak 26 orang korban telah dievakuasi. Di antaranya, satu orang wanita meninggal dunia, dan 18 orang masih dilakukan pencarian," kata Eko.

Kata Eko, untuk tujuan pasti kapal pancung itu belum diketahui, apakah berangkat dari Malaysia menuju Indonesia dan sebaliknya. Dikarenakan kejadiaannya di perairan Malaysia, maka Tim SAR hanya bisa sebatas berkoordinasi dengan pihak MRCC Johor.

"Belum tahu dari mana mau kemana kapal pancungnyam. Dan, apabila kita diperlukan kita siap membantu. Kita terus memantau vessel traffic service (VTS)," kat dia.

Eko menyampaikan kepada kapal-kapal yang melintas di perairan perbatasan Indonesia dan Malaysia melihat korban agar segera melapor ke VTS Batam. "Kalau ada kapal yang melihat korban segera melapor ke VTS Batam dan Basarnas agar ditindaklanjuti. Untuk informasi lebih lanjut akan dikabari lagi," tutup Eko. muhammad bunga ashab

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini