nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menperin: 6 Universitas Lanjutkan Riset Mobil Listrik

Ulfa Arieza, Jurnalis · Rabu 04 Juli 2018 12:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 04 65 1917682 menperin-6-universitas-lanjutkan-riset-mobil-listrik-5mthySuewo.jpg Foto: Mobil Listrik (Ulfa/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian menggandeng Toyota Indonesia dan enam perguruan tinggi negeri melakukan riset dan studi secara komprehensif tentang pentahapan teknologi electrified vehicle di dalam negeri. Hasil riset akan menjadi masukkan bagi pemerintah untuk menerapkan kebijakan pengembangan kendaraan listrik.

Adapun keenam perguruan tinggi tersebut adalah Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (Ul), Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Udayana.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Toyota Indonesia akan memberikan mobil listrik dan mobil konvensional untuk kemudian dibandingkan. Studi komprehensif ini akan berlangsung selama tiga bulan. Sementara riset bersama ini dijadwalkan akan berlangsung selama dua tahun sejak 2018-2019.

"Diharapkan nanti bulan Agustus sudah ada pre-eliminary result bagaimana pemanfaatan electronic vehicle ini," kata Airlangga di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (4/7/2018).

 

Airlangga menuturkan bahwa pengembangan mobil listrik terus dilakukan agar target 20% untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah atau low carbon emission vehicle (LCEV) tahun 2025 dapat tercapai. Menurut Menperin, sasaran tersebut tidak terlepas dari komitmen Pemerintah Indonesia untuk dapat menurunkan Emisi Gas Rumah Kaca (C02) sebesar 29% pada tahun 2030 dan sekaligus menjaga energi sekuriti khususnya di sektor transportasi darat.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Warih Andang Tjahjono menyatakan, pihaknya akan menyerahkan 3 unit mobil kepada masing-masing perguruan tinggi. Secara total, Toyota menyiapkan 6 jenis hybrid, 6 jenis plug-in hybrid yang bakal dibandingkan dengan 6 kendaraan konvensional (ICE) yang telah menggunakan teknologi advanced engine.

Adapun poin-poin yang akan dibandingkan antara lain user convenience study, technical characteristic study, overall environment study, industry, social impact study, serta policy and regulation study.

 

Pembagian tugas kepada keenam perguruan tinggi negeri tersebut akan menjadi dua tahap. Pada tahap pertama, riset akan dilakukan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Indonesia (Ul). Selanjutnya, tahap ke-2, dengan Universitas Sebelas Maret (UNS), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Udayana.

"Untuk memajukan industri nasional dibutuhkan sinergi antara industri pemerintah dan akademisi," kata dia.

Pada tahap pertama, peneliti dari UI, ITB, UGM akan menggunakan 12 unit kendaraan listrik dan enam unit kendaraan konvensional yang disediakan oleh Toyota Indonesia. Kendaraan ini untuk dipelajari mengenai aspek teknikal seperti jarak tempuh, emisi, infrastruktur, dan kenyamanan pelanggan melalui pelacakan data dalam penggunaan sehari-hari mobil-mobil tersebut di tiga kota besar Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta selama periode tiga bulan.

Pada tahap berikutnya, peneliti dari UNS, ITS dan Udayana juga akan melakukan rangkaian studi yang sama dengan tujuan agar data yang diperoleh lebih beragam dan komprehensif. Nantinya, data-data yang terkumpul akan dianalisa dan disimpulkan untuk menjadi referensi bagi Kemenperin. Selain itu, penelitian juga akan mempelajari mengenai rantai pasok industri termasuk kebutuhan ketenagakerjaan

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini