nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Alasan Kemenperin Pilih Mobil Plug In Hybrid Lakukan Riset

Mufrod, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 14:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 05 15 1918254 ini-alasan-kemenperin-pilih-mobil-plug-in-hybrid-lakukan-riset-bY1j4JL7ih.jpg Menperin saat mencoba Toyota Prius (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah pada 2025 akan menargetkan 20 persen untuk kendaraan low carbon emission vehicle (LCEV) bisa terealisasi. Tujuannya tak lain untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 29 persen pada 2030 mendatang.

Cakupan rencana itu semua, Pemerintah melalui Kemenperin saat ini tengah melakukan riset terhadap kendaraan rendah emisi baik melalui kendaraan internal combustion engine (ICE) maupun electrified vehicle (EV). Sebagai langkah awal Kemenperin yang di dukung oleh Toyota memilih kendaraan Plug In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) dibanding elektrik vehicle yang murni hanya menggunakan motor listrik sebagai penggerak roda.

Menurut Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, kendaraan jenis PHEV sudah memenuhi standar riset yang dibutuhkan pemerintah. Terlebih kendaraan tersebut memiliki emisi gas buang yang rendah. Selain itu kendaraan PHEV tidak membutuhkan infrastruktur yang rumit seperti mobil listrik.

"Kita memilih kendaraan PHEV karena memang tidak terlalu rumit menyediakan infrastrukturnya. Kalau mobil listrik, sangat rumit dan dibutuhkan dana yang sangat besar,"ungkap Airlangga.

 

Sebanyak 12 unit kendaraan elektrifikasi diserahkan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota Astra Motor (TAM) kepada Kementerian Perindustrian RI. Jajaran unit tersebut akan digunakan untuk penelitian yang dilakukan Kemenperin dengan 6 Universitas di Indonesia.

Mobil tersebut yang terdiri dari 6 unit Toyota Prius, 6 unit Toyota Prius Prime (Plug-in Hybrid) secara bergilir akan menjadi unit riset dari aspek teknikal seperti jarak tempuh, emisi, infrastruktur, dan kenyamanan pelanggan melalui pelacakan data dalam penggunaan sehari-hari mobil-mobil tersebut di tiga kota besar Indonesia diantaranya Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, pengujian tersebut akan dilakukan selama periode 3 bulan.

Pada tahap berikutnya peneliti dari UNS, ITS dan Udayana juga akan melakukan rangkaian studi yang sama dengan tujuan agar data yang diperoleh lebih beragam dan komprehensif. Nantinya, data-data yang terkumpul akan dianalisa dan disimpulkan untuk menjadi referensi bagi Kemenperin RI. Selain itu, studi juga akan mempelajari mengenai rantai pasok industri termasuk kebutuhan ketenagakerjaan.

Melalui penyerahan mobil ini, Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjon menilai Toyota akan selalu memberikan dukungan berbentuk penyediaan alat berupa kendaraan, data logger, charger, dan asistensi lainnya yang dapat dipergunaan oleh para peneliti dari universitas-universitas di Indonesia.

"Kami berharap dukungan yang kami berikan ini dapat membantu pemetaan kondisi dan kebutuhan riil pelanggan, termasuk kesiapan dan tantangan dalam mengembangkan industri dan infrastruktur kendaraan elektrifikasi di Indonesia sesuai arahan Kementerian Perindustrian RI,” pungkasnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini