nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkamen Langka Salinan Deklarasi Kemerdekaan AS Ditemukan di Inggris

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 13:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 05 18 1918263 perkamen-langka-salinan-deklarasi-kemerdekaan-as-ditemukan-di-inggris-o1CbuJBAvR.jpg Perkamen salinan Deklarasi Kemerdekaan AS yang disebut dengan Deklarasi Sussex. (Foto: AFP)

LONDON – Perkamen langka salinan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat (AS) ditemukan di sebuah arsip Inggris di antara dokumen-dokumen milik seorang aristokrat pendukung pemberontak telah dipastikan keasliannya.

Manuskrip itu ditemukan tahun lalu di Kantor Catatan West Sussex di Kota Chichester oleh tim yang dipimpin dua peneliti dari Universitas Harvard.

Dewan Wilayah West Sussex mengatakan, hasil pengujian mendukung hipotesis yang menyebutkan bahwa manuskrip itu dibuat pada 1780-an, beberapa tahun setelah naskah asli Deklarasi Kemerdekaan diterbitkan pada 1776.

BACA JUGA: 4 Juli 1776: Amerika Serikat Mendeklarasikan Kemerdekaan

“Dokumen itu adalah satu-satunya salinan naskah kontemporer dari Deklarasi Kemerdekaan pada perkamen selain dari salinan yang ditandatangani di Arsip Nasional di Washington DC,” demikian disampaikan dewan itu dalam pernyataannya sebagaimana dilansir AFP, Kamis (5/2/2018).

Ada salinan cetakan perkamen dan salinan tulisan tangan di atas kertas, tetapi Deklarasi Sussex, sebutan untuk dokumen yang baru ditemukan itu, dan Deklarasi Matlack, sebutan untuk salinan dokumen di Washington DC, adalah satu-satunya salinan perkamen upacara yang diketahui.

Para peneliti mengatakan, pencitraan multispektral dari dokumen "mengungkap tanggal di bawah penghapusan pada dokumen" yang berbunyi "4 Juli 178" atau 4 Juli 179." Angka keempat kemungkinan telah terhapus secara permanen.

The Harvard Gazette mengatakan petugas yang menyusun dokumen itu "tidak berpengalaman" karena tanggal ditulis dengan sedikit miring ke bawah dan menggunakan tahun produksi dokumen daripada tahun di mana deklarasi itu diberlakukan.

Diadopsi pada 4 Juli 1776, deklarasi itu menyatakan bahwa 13 koloni Amerika yang saat itu berperang dengan Inggris akan menganggap diri mereka sebagai negara berdaulat yang merdeka, tidak lagi di bawah kekuasaan Inggris. Tanggal 4 Juli dirayakan sebagai Hari Kemerdekaan di AS.

Peneliti mengatakan, analisis fluoresens dokumen tersebut menunjukkan kandungan besi yang tinggi di lubang di bagian bawah perkamen. Hal ini menunjukkan bahwa dokumen itu mungkin pernah digantung dengan menggunakan paku.

Uji DNA menunjukkan perkamen itu dibuat dengan menggunakan kulit domba.

Perkamen itu diyakini merupakan milik Charles Lennox, bangsawan bergelar Duke Ketiga Richmond, seorang perwira militer dan politikus yang dikenal sebagai "Duke Radikal" karena dukungannya terhadap koloni Amerika selama Revolusi.

BACA JUGA: 4 Fakta Unik Hari Kemerdekaan AS

Salah satu fitur paling menarik dari salinan dokumen itu ada pada daftar penandatangannya.

“Berbeda dengan semua versi deklarasi abad ke-18 lainnya, pada perkamen ini daftar penandatangan tidak dikelompokkan berdasarkan negara bagian.

“Tim berhipotesis bahwa detail ini mendukung upaya… untuk menyatakan bahwa otoritas deklarasi bertumpu pada tokoh-tokoh nasional kesatuan, dan bukan pada federasi negara,” demikian dilaporkan Harvard Gazette.

Penelitian ini dilakukan oleh peneliti Harvard, Emily Sneff dan Danielle Allen bersama dengan Kantor Catatan West Sussex, Perpustakaan Inggris, Perpusatakaan Kongres dan Universitas York.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini