nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gunung Agung Kembali Erupsi 2 Kali Selama 12 Jam Terakhir Ini

Nurul Hikmah, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 07:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 05 340 1918112 gunung-agung-kembali-erupsi-2-kali-selama-12-jam-terakhir-ini-BS7hG3IFag.jpg Gunung Agung. (Foto: Antara)

KARANGASEM – Dalam 12 jam terakhir ini Gunung Agung mengalami erupsi sebanyak 2 kali. Berdasarkan pengamatan petugas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung, pada Kamis 5 Juli 2018, pukul 00.00 hingga 06.00 Wita, terjadi erupsi pada pukul 00.47 Wita.

Gunung Agung mengeluarkan abu setinggi 1.000 meter di atas puncak atau 4.142 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 12 milimeter dan durasi 1 menit 43 detik.

Pihak KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Agung melaporkan bahwa secara kegempaan ada gempa letusan terjadi 1 kali dan embusan 5 kali.

Sementara pengamatan pada pukul 18.00 hingga 24.00 Wita, Rabu 4 Juli 2017, Gunung Agung juga mengalami erupsi pada pukul 22.16 Wita. Letusan tersebut secara visual kolom abu tidak teramati.

Secara kegempaan terjadi letusan 1 kali dan gempa embusan 12 kali. "Kesimpulan status Gunung Agung ini masih berada di Level III atau Siaga," jelas keterangan pihak pos pengamatan, Kamis (5/7/2018).

Terkait rekomendasi, masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apa pun di zona perkiraan bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 kilometer dari Kawah Puncak Gunung Agung.

Zona perkiraan bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi serta an dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual.

Selain itu, masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi, terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini