Startup Lahir di ITB, Ekonomi Digital Tak Hanya China tapi Indonesia

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Kamis 05 Juli 2018 11:08 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 05 65 1918172 startup-lahir-di-itb-ekonomi-digital-tak-hanya-china-tapi-indonesia-mlXHeZt1tO.jpg Ilustrasi: Foto Shutterstock

JAKARTA - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyakini startup yang dikembangkan di Institut Teknologi Bandung (ITB) akan bisa menjadi unicorn.

"Startup yang sudah dikembangkan atau mulai berkembang di ITB, bisa menjadi yang terdepan, menjadi unicorn sehingga kemudian, di suatu saat di masa depan, ketika bicara perkembangan digital economy, tidak hanya China atau India, tetapi juga Indonesia," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (5/7/2018).

Bambang menambahkan, untuk itu, pengembangan program studi sains dan keteknikan sangat penting untuk mendorong percepatan Indonesia sebagai negara maju dan kompetitif.

 Menteri PPN Bambang Brodjonegoro Terima Penghargaan dari ITB

Tercatat, sesuai data situs pembanding iPrice dan Venturra, ITB menjadi kampus yang paling banyak melahirkan pendiri start-up sukses di Indonesia. Setidaknya, ada 14 alumni ITB yang sukses di bidang startup, di antaranya CEO Bukalapak Achmad Zaky, CEO Agate Arief Wihiyasa, dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra.

Sementara itu, sebagai penghargaan atas kiprahnya dalam mendorong reformasi fiskal dan mengakselerasi pembangunan, Bambang meraih penghargaan Ganesa Prajamanggala Bakti Adiutama dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Penghargaan tersebut diberikan dalam Sidang Terbuka Institut Teknologi Bandung “Peringatan 98 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia” di Aula Barat ITB, Bandung, Jawa Barat, Rabu 4 Juli 2018.

 Menteri PPN Bambang Brodjonegoro Terima Penghargaan dari ITB

Rektor ITB Kadarsah Suryadi mengungkapkan, sebagai Menteri Keuangan 2014-2016, Menteri Bambang dinilai berjasa sebagai inisiator amnesti pajak dan reformasi pajak, serta berperan sentral dalam peningkatan kesejahteraan ASN, TNI, dan POLRI dengan menetapkan Tunjangan Hari Raya (THR) pada 2016 yang berlanjut hingga saat ini.

“Profesor Bambang telah meletakkan dasar pembangunan yang komprehensif, tidak hanya berwawasan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pemerataan berbasis pembangunan kewilayahan terintegrasi, serta pertumbuhan baru dan inisiator pembiayaan investasi non anggaran pemerintah yang saat ini menjadi inisiatif pembiayaan agar pembangunan tidak semata dilakukan dengan pembiayaan APBN,” ujar Kadarsah.

 

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini