Setelah Perguruan Tinggi, Kementerian PUPR Sasar SMK untuk Kerjasama Sosialisasi Infrastruktur

Yohana Artha Uly, Jurnalis · Jum'at 06 Juli 2018 14:31 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 06 65 1918831 setelah-perguruan-tinggi-kementerian-pupr-sasar-smk-untuk-kerjasama-sosialisasi-infrastruktur-X9oHPmYfoK.jpeg Kementerian PUPR (Foto: Yohana/Okezone)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengupayakan sosialisasi manfaat pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah lewat sektor pendidikan.

Saat ini Kementerian PUPR sudah bekerjasama dengan 47 perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur. Di mana sebanyak 22 perguruan tinggi, hari ini baru saja melakukan penandatanganan kerjasama.

"Tahap pertama itu sebanyak 25 universitas, rata-rata universitas besar. Hari ini tambah 22 universitas yang belum ikut sama sekali. Jadi mitra kita sekarang 47 dan sudah mewakili seluruh provinsi di Indonesia," ujar Sekretaris Ditjen Cipta Karya Rina Agustin di Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Penataan Infrastruktur Jelang Asian Games 2018 

Setelah menyasar tingkat perguruan tinggi, lanjut Rina, ke depan Kementerian PUPR berencana menyasar tingkat sekolah menengah kejuruan (SMK). Melalui siswa SMK semakin banyak masyarakat yang mengetahui pentingnya infrastruktur.

Menurutnya, siswa SMK juga memiliki potensi yang besar untuk berkontribusi di infrastruktur sehingga perlu kerjasama dengan SMK. Dengan demikian, siswa SMK bisa memiliki peluang untuk mengetahui dunia infrastruktur sejak awal sebelum akhirnya terjun langsung.

"Setelah ini kita ingin ke level SMK. Karena teringat ada sekolah kejuruan yang banyak, di mana infrastruktur juga membutuhkan operator atau pekerja-pekerja yang sifatnya level sekolah menengah tapi lebih profesional," katanya.

Penataan Infrastruktur Jelang Asian Games 2018 

Nantinya siswa dapat melihat langsung dan mendapatkan pemahaman mengenai infrastruktur dasar yang dibangun Kementerian PUPR. Dia menyatakan, rencana tersebut masih jadi pembahasan kementerian.

"Ini jadi PR (pekerjaan rumah) kami, bagaimana bisa masuk sejak mereka di SMK sudah mengenal bidang PUPR seperti apa. Sehingga kalau mereka masuk kayak diploma yang langsung kerja itu, sudah lebih menguasai (bidang PUPR)," jelasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini