Wakil Wali Kota di Filipina Tewas Ditembak

ant, Jurnalis · Sabtu 07 Juli 2018 22:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 07 18 1919394 wakil-wali-kota-filipina-tewas-ditembak-aLKJdL2svt.jpg Ilustrasi Foto/Okezone

MANILA - Kelompok bersenjata menembak menyebabkan wakil Wali Kota kota di Filipina tewas pada Sabtu (7/7/2018), kata polisi.

Persitiwa itu menambah daftar pejabat Filipina yang tewas dalam insiden penmbakan. Sebelumhya sudah dua wali kota ditembak mati dalam kejadian terpisah. Salah satunya diduga Presiden Rodrigo Duterte memiliki hubungan dengan bandar narkotika.

Serangan terkini itu menjadikan sebanyak 15 walikota dan wakil walikota terbunuh sejak Duterte melancarkan perang terhadap narkotika ketika mulai berkuasa pada 2016, kata CNN Filipina, mengutip penghitungan penelitinya, mengutip Antara Sabtu, (7/7/2018).

Duterte memiliki daftar pantauan pejabat daerah, yang diduga memiliki kaitan ke perdagangan obat terlarang.

Putri salah satu korban lain pada pekan ini menyatakan ayahnya tidak terlibat dalam narkotika dan polisi mengatakan tidak menerima keterangan apa pun, yang menghubungkan yang lain dengan perdagangan itu.

Polisi menewaskan lebih dari 4.200 tersangka pengedar dan pengguna narkotika sejak Duterte berkuasa. Beberapa ribu lagi dibunuh oleh kelompok bersenjata, yang dinyatakan pihak berwenang sebagai perlawanan rakyat atau anggota penjahat pesaing.

Polisi membantah tuduhan kelompok hak asasi manusia dan penentang perang itu bahwa beberapa pembunuhan adalah hukuman dini, dengan mengatakan bahwa mereka harus menggunakan kekerasan karena tersangka, yang bersenjata, dengan keras menolak penangkapan.

Juru bicara kepresidenan Harry Roque mengatakan bahwa kekerasan mengkhawatirkan melibatkan politisi daerah harus berakhir dan polisi harus segera menindak kejahatan terkini.

Alexander Lubigan, wakil walikota Trece Martires di Cavite, selatan Manila, berada di kendaraan SUV saat kelompok bersenjata di SUV lain melepaskan tembakan, kata polisi. Pengawalnya juga terbunuh.

Alasan dan jatidiri kelompok bersenjata dalam pembunuhan terkini itu masih diselidiki, kata Inspektur Kepala Edward Carranza, direktur kepolisian daerah.

Pada Senin, dada Walikota Antonio Halili dari kota Tanauan di Batangas, selatan Manila, terkena peluru dalam upacara pengibaran bendera.

Halili terkenal pada 2016 karena mengarak tersangka pengedar narkotika di jalanan, tapi ia termasuk dalam daftar pantauan pemimpin daerah Duterte.

Duterte menyatakan walikota itu mungkin memiliki beberapa keterlibatan dalam narkotika dan upayanya mengarak tersangka adalah cara untuk meyakinkan polisi bahwa ia tidak terlibat dalam perdagangan obat terlarang.

Puteri Halili membantah bahwa ayahnya memiliki kaitan dengan perdagangan obat terlarang itu.

Pada Selasa, kelompok bersenjata bersepeda motor membunuh Walikota Ferdinand Bote dari kota General Tinio di provinsi Nueva Ecija, tapi polisi menyatakan ia tidak terkait dengan perdagangan obat bius.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini