nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kepala BKKBN: Remaja Harus Bisa Merevolusi Mental dan Jadi Agent of Change

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Minggu 08 Juli 2018 14:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 08 1 1919529 kepala-bkkbn-remaja-harus-bisa-merevolusi-mental-dan-jadi-agent-of-change-YMu8iHUoHt.jpeg Puncak kegiatan perayaan Harganas ke-25 yang diselenggarakan oleh BBKBN di Manado (Foto: Dok. BKKBN)

MANADO - Peserta kegiatan Gen Revolution Berteman (Bersih, Tertib dan Mandiri) yang diselenggarakan sebagai salah satu rangkaian puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV di Kota Manado, Sulawesi Utara bersempatan ngobrol asyik dengan Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo di Aula Serba guna Kantor Walikota Manado, Kamis 5 Juli 2018.

Kegiatan ini sebagai upaya meningkatkan kreatifitas remaja (pendidik sebaya) dalam pengembangan kegiatan-kegiatan pada kelompok Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja. Saling bertukar pengalaman antara sesama remaja yang tergabung didalam PIK Remaja dan menjalin kebersamaan di antara pengelola PIK Remaja seluruh Indonesia khususnya dalam melakukan problem solving terhadap masalah remaja. Menumbuhkan semangat dan rasa memiliki wadah PIK Remaja bagi setiap remaja yang bergabung dalam PIK Remaja.

Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo mengungkapkan, remaja Indonesia harus bisa merevolusi mental dan juga menjadi agent of change untuk membuat Indonesia semakin baik. “Dan tentu saja remaja GenRe bisamenjadi motivator dan role model bagi remaja yang lain," ungkap Sigit.

Pada kesempatan ini juga ditandatangani Deklarasi Remaja GenRe Indonesia sebagai wujud komitmen remaja untuk menjadi remaja indonesia yang lebih baik. Kemudian dilakukan telepon langsung antara remaja GenRe dengan orangtua nya di rumah, di antaranya adalah perwakilan remaja dari Sentani, Papua.

"Saya mengajak Remaja GenRe untuk selalu menyampaikan ucapan sayang dan I Love U untuk orangtua, jangan lupa selalu hubungi keluarga," ajak Sigit.

Menghadapi Tantangan Globalisasi Keluarga Menjadi Garda Terdepan

Jambore Keluarga Indonesia (JKI) Tahun 2018 ini yang diselenggarakan BKKBN dalam rangka peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke XXV mengambil tema “HARI KELUARGA: HARI KITA SEMUA” dan slogan “CINTA KELUARGA, CINTA TERENCANA”.

Pelaksanaan JKI dalam rangka Hari Keluarga Nasional di Provinsi Sulawesi Utara adalah yang pertama kali. Selain itu BKKBN juga memberikan apresiasi/penghargaan kepada pengelola Program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) melalui berbagai macam lomba.

Kegiatan JKI juga dapat dijadikan wahana untuk meningkatkan kualitas hubungan antar anggota keluarga sekaligus berinteraksi langsung dalam suasana riang gembira, diharapkan keakraban keluarga seperti ini tidak hanya terjadi pada saat Jambore saja, akan tetapi bisa diciptakan di dalam rumah masing-masing keluarga disela-sela kesibukan, luangkan waktu untuk keluarga bisa berkumpul, berinteraksi, berdaya dan berbagi. Siapa lagi yang mau peduli terhadap anak-anak atau keluarga kita kalau bukan dari kita sendiri sebagai orangtuanya, imbuh Sigit.

Sigit melanjutkan, peningkatan SDM dimulai dari unit terkecil yaitu keluarga. Pembangunan keluarga diarahkan kepada pembangunan Ketahanan Keluarga dimana hasilnya akan menghasilkan kondisi keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan serta kemampuan fisik dan material untuk hidup mandiri, mengembangkan diri dan keluarganya untuk hidup harmonis, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan keluarga lahir dan batin.

“Keluarga merupakan lingkungan primer dan fundamental, tempat terbentuknya kepribadian yang mewarnai kehidupan manusia. Persemaian nilai-nilai agama, kemanusiaan, kebangsaan, keadilan sosial dan nilai-nilai moral secara praktis akan berproses dan ditentukan keluarga,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Sigit melanjutkan, BKKBN mendukung Cita ke-8 “melakukan revolusi karakter bangsa” yang diaplikasikan langsung dalam keluarga melalui penerapan 8 Fungsi Keluarga, yaitu (1) fungsi agama; (2) fungsi sosial budaya; (3) fungsi cinta kasih; (4) fungsi perlindungan; (5) fungsi reproduksi; (6) fungsi sosialisasi dan pendidikan; (7) fungsi ekonomi; dan (8) fungsi lingkungan.

Seluruh anggota keluarga harus saling memahami dan menghargai satu sama lain, peduli dan empati terhadap orang lain, serta senantiasa membantu orang lain dengan jiwa gotong royong dalam menghadapi permasalahan dalam keluarga.

“Dengan peduli dan empati sehingga akan menumbuhkan rasa berbagi. Pembangunan ketahanan keluarga merupakan hak dan tanggung jawab seluruh anggota keluarga. Proses dan upaya pembangunan ketahanan keluarga dilakukan secara terus-menerus. Komunikasi dan kebersamaan yang berkualitas antar anggota keluarga menjadi dimensi penting dalam membangun ketahanan keluarga,” jelas Sigit.

Pentingnya Pola Pengasuhan Anak untuk Ciptakan Generasi Berkualitas

Presiden Jokowi mengatakan revolusi mental harus dimulai dari masing-masing kita sendiri, dimulai dengan lingkungan keluarga dan lingkungan tempat tinggal serta lingkungan kerja dan kemudian meluas menjadi lingkungan kota dan lingkungan Negara.

Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat sekaligus wahana pertama dan utama bagi penyemaian karakter bangsa. Keluarga adalah pilar pembangunan bangsa. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama yang mempunyai peranan penting dalam memenuhi kebutuhan asah, asih, dan asuh. Keluarga menjadi ajang yang paling sempurna untuk menanamkan ketiga nilai karakter manusia Indonesia, yaitu integritas, etos kerja, dan gotong royong, yang dibangun sejak dini, sejak kehamilan, kelahiran, dan masa tumbuh kembang anak.

Pembentukan karakter sejak dini diharapkan menjadi wadah untuk meyakinkan keluarga bahwa 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) dan Menjadi Orang Tua Hebat, merupakan upaya strategis relevan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya keluarga dan pengasuhan tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Deputi KSPK BKKBN M. Yani saat membuka kegiatan Seminar Nasional Pengasuhan Anak kerja sama BKKBN dan Dharma Wanita Persatuan BKKBN mengatakan, pendekatan siklus hidup dalam membangun keluarga Kecil, Bahagia, dan Sejahtera merupakan kunci utama dalam menciptakan kualitas keluarga yang sehat. “Sehingga akan melahirkan generasi emas yang berkualitas" ujarnya.

"Pengaruh Media Digital terhadap anak saat ini semakin besar, teknologi semakin canggih dan intensitasnya semakin tinggi. Walaupun TV, media dan teknologi sangat diperlukan oleh anak-anak dan orang dewasa kita dimasa kini dan depan, tapi orangtua tidak punya waktu yang cukup untuk memperhatikan, mendampingi dan mengawasi anak" ujar penulis Nyi Mas Diane Wulansari yang menjadi narasumber acara tersebut.

Sementara itu Plt. Kepala BKKBN Sigit Priohutomo mengatakan, dampak yang sangat dirasakan adalah di dalam kehidupan sosial, sangat nampak dalam menjalankan kehidupan sehari-hari seperti atau seolah-oleh menjadi 'masing-masing' atau 'sendiri-sendiri' dan bahkan tidak dapat bekerja sama dalam kelompok, yang terjadi adalah menonjolkan indivudualistis dan egoisnya masing-masing.

“Dan hal ini tidak sesuai dengan Nilai-Nilai Pancasila, yang mengajarkan dan memberikan pembelajaran kepada kita untuk saling bertegur sapa, bekerja sama, bergotong-royong, tenggang rasa, dan lain-lain," ujar Sigit.

Sigit juga menyampaikan harapannya agar kita semua bisa menjadi orangtua hebat Zaman Now yang memiliki pemahaman bagaimana menjadi orang tua hebat yang mampu mengasuh anak-anaknya menjadi generasi emas penerus bangsa yang berkualitas dan berkarakter.

“Mari jadikan Hari Keluarga ini menjadi momentum untuk keluarga berkumpul, berinteraksi, berdaya, peduli dan berbagi," pungkasnya.

Gelar Dagang Harganas XXV Berikan Peluang UMKM untuk Pasarkan Produk

Rangkaian Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV Tahun 2018 di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara dilanjutkan dengan Pembukaan Gelar Dagang Nasional yang dilaksanakan di Kawasan Megamas, dan diikuti oleh Kementerian/Lembaga, Perwakilan BKKBN, Pemerintahan Daerah dan PKK Provinsi dari Seluruh Indonesia, Dekranasda, sektor Swasta serta Usaha Mikro Kecil Menengah.

Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Ketua Umum TP PKK, Erni Gurtanti Tjahjo Kumolo didampingi Plt. Kepala BKKBN, Sigit Priohutomo, Gubernur Sulawesi Utara beserta Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara.

Ketua Panitia Gelar Dagang dan Pameran HARGANAS XXV Tahun 2018, Bintang Puspa Yoga dalam laporannya mengatakan Pameran gelar dagang ini akan berlangsung selama tiga hari penuh, yang dimulai hari Kamis 5 Juli sampai dengan 7 Juli 2018. Pada kegiatan ini ada 147 stand pameran dari kementerian, BKKBN, Dekranasda, dan UMKM yang menyajikan berbagai produk-produk unggulan seperti pakaian, kuliner serta cendera mata yang berasal dari daerah masing-masing.

Momentum Hari Keluarga Nasional mengingatkan kembali akan pentingnya keluarga sebagai tempat persemaian putra-putri kita dalam membangun karakter dan menanamkan nilai-nilai sosial budaya didalam keluarga yang akhirnya ke masyarakat, guna menciptakan nilai-nilai kepribadian yang akhirnya dapat membentuk nilai-nilai luhur bangsa untuk itu harus dilestarikan oleh segenap anggota keluarga, agar menjadi suatu kekuatan dalam keluarga baik dibidang kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya, sebagai wahana yang tangguh demi terwujudnya ketahanan keluarga yang pada akhirnya mewujudkan ketahanan nasional.

Hari Keluarga Nasional yang selalu diperingati setiap tahun dan diadakan pameran gelar dagang merupakan perwujudan kepedulian dan perhatian yang cukup besar dari Pemerintah Pusat, Daerah dan dari kita semua, yaitu dalam upaya menjadikan keluarga sebagai subyek dan obyek pembangunan bangsa menuju Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera. Melalui kegiatan ini diharapkan kelompok pengrajin mikro dapat terbantu memasarkan produk unggulan masing-masing daerah.

Ketua Umum TP PKK, Erni Gurtanti Tjahjo Kumolo mengatakan, kegiatan ini akan memberikan peluang besar kepada UMKM untuk pasarkan produknya.

“Diharapkan pula terjalin komunikasi dan tukar pengalaman pelaku usaha sehingga bisa membangun jaringan lebih luas dan memiliki daya saing baik kualitas maupun kuantitas produk," ujar Erni.

Dia berharap, melalui pameran dan gelar dagang ini dapat membantu kelompok-kelompok usaha mikro khususnya bagi Kelompok UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera) dan kelompok pemberdayaan lainnya agar dapat berinteraksi berkumpul dengan kelompok usaha mikro lainnya guna memasarkan produk unggulannya masing-masing sebagai pendorong bangkitnya perekonomian khususnya kelompok usaha mikro yang tersebar di seluruh Indonesia.

“Saya juga meminta jajaran PKK dan BKKBN untuk terus melakukan pendampingan usaha mikro di daerah masing-masing agar bisa lebih meningkat,” pungkasnya.

(hth)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini