nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perempuan yang Terpapar Zat Syaraf Novichok di Amesbury Tewas

Rahman Asmardika, Jurnalis · Senin 09 Juli 2018 10:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 09 18 1919738 perempuan-yang-terpapar-zat-syaraf-novichok-di-amesbury-tewas-Apz06VBTf0.jpg Foto: Reuters.

LONDON - Dawn Sturgess, seorang perempuan yang disebut terpapar zat syaraf di Amersbury, Inggris dilaporkan telah meninggal dunia. Dawn dan kekasihnya yang dibawa ke rumah sakit Salisbury sepekan lalu diduga melakukan kontak dengan zat Novichok yang digunakan untuk meracuni mantan agen ganda Rusia, Sergey Skripal.

Keduanya dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan tidak sadarkan diri di sebuah bangunan di Muggleton Road, Amesbury, Sabtu, 30 Juni. Namun, saat itu polisi tidak mengetahui bahwa pasangan tersebut telah terpapar Novichok.

BACA JUGA: Setelah Mantan Agen Ganda Rusia, Dua Warga Inggris Lain Juga Terpapar Novichok

Insiden ini baru terungkap pada Rabu setelah pihak berwenang menyatakan bahwa perempuan berusia 44 tahun itu dan kekasihnya,Charlie Rowley yang berusia 45 tahun dirawat karena “dicurigai terpapar zat yang tidak diketahui. "

Zat tersebut mulanya diduga sebagai heroin atau kokain yang tercemar, namun penyelidikan lebih lanjut dari pakar mengonfirmasi zat itu adalah Novichok, zat yang sama dengan yang digunakan untuk meracuni mantan agen ganda Rusia, Sergey Skripal dan putrinya, Yulia di Salisbury pada Maret.

Dawn Sturgess diduga tewas terpapar zat syaraf Noivichok.

Baik Skripal dan putrinya berhasil pulih dari serangan racun tersebut dan telah diizinkan meninggalkan rumah sakit. Salibury, kota di mana Skripal dan putrinya diracun hanya berjarak beberapa kilometer dari Amesbury, lokasi Sturgess dan Rowley terpapar Novichok.

Kasus ini dianggap sebagai insiden terorisme, tetapi, berbeda dengan kasus peracunan Skripal, pihak berwenang Inggris belum menuding Rusia sebagai dalangnya sementara penyelidikan berlangsung. Polisi juga mengatakan bahwa mereka telah membuka investigasi pembunuhan untuk menyelidiki kematian Sturgess.

BACA JUGA: Diracun dengan Novichok, Kondisi Putri Mantan Mata-Mata Rusia Sudah Membaik

"Berita mengerikan ini hanya memperkuat tekad kami untuk mengidentifikasi dan mengadili orang atau orang yang bertanggung jawab atas apa yang hanya bisa saya jelaskan sebagai tindakan yang keterlaluan, sembrono dan biadab," kata Pimpinan Unit Anti-Terorisme Inggris, Neil Basu dalam pernyataan yang dikutip RT, Senin (9/7/2018).

Perdana Menteri Inggris, Theresa May menyatakan dirinya terkejut mendengar berita kematian Sturgess dan menyampaikan duka cita kepada keluarga perempuan itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini