nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mahasiswa Bule Pelajari Ramuan Lulur dan Jamu di UNS dan Unair

Bramantyo, Jurnalis · Senin 09 Juli 2018 17:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 09 65 1919973 mahasiswa-bule-pelajari-pijat-lulur-dan-bikin-jamu-di-uns-dan-unair-zddGI82N33.jpg Foto: Okezone

SOLO - Keberagaman budaya adiluhung warisan nenek moyang Indonesia sangat banyak. Masing-masing daerah memiliki budaya, adat istiadat dan juga bahasa yang berbeda-beda. Tersebar di lebih 17 ribu pulau yang terangkum dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah satu warisan budaya yang juga mendunia adalah batik dan juga jamu. Banyak negara lain mengakui batik dan jamu adalah ciri khas Indonesia dan dunia telah mencatatnya. Jamu dan Batik merupakan karya unik dan mempunyai nilai-nilai masyarakat Indonesia.

Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan program kursus singkat (short course) INHERIT Indonesian Heritage 2018 dengan bekerjasama dengan Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya.

Kepala UPT Layanan Internasional UNS Taufik Al Makmun menyampaikan, ini merupakan program yang pertama digelar. Kursus kilat yang berlangsung selama dua minggu ini diikuti oleh 14 mahasiswa asing yang sedang belajar di UNS dan UNAIR Surabaya.

"Diikuti 14 mahasiswa asing, dan kegiatan ini dilakukan di kampus UNAIR dan UNS secara bergantian selama dua minggu," jelasnya Taufik, di UNS Solo, Senin (9/7/2018).

Acara ini, lanjutnya digelar secara bergantian. Satu minggu awal di UNAIR untuk belajar herbal and traditional medicine. Di Surabaya mereka diajarkan membuat jamu seperti beras kencur, kunyit asam, dan wedang pokak.

Mereka juga mengunjungi penjual jamu tradisional di Pasar Genteng dan outlet salah satu produsen jamu terbesar di Indonesia untuk mengetahui perkembangan produk jamu di Indonesia.

"Selain belajar masalah jamu, peserta juga mempelajari teknik pengobatan tradisional pijat Jawa dan Bali. Bahkan membuat sendiri perlengkapan pijat seperti lulur dan bedak dingin dari bahan-bahan alami, dan praktik memijat dengan panduan praktisi professional," terangnya lebih lanjut.

Sedangkan satu minggu berikutnya lokasi berpindah di UNS untuk belajar pengetahuan, nilai-nilai lokal dan praktik pembuatan batik. Selama do Solo peserta belajar membuat batik dengan teknik cap dan tulis di Fakultas Seni Rupa dan Desain UNS.

(feb)

Termasuk diajak untuk melihat keberagaman motif dan teknik batik di Solo dengan melihat koleksi batik di Museum Batik Danarhadi dan produsen batik abstrak Pandono di Laweyan.

"Selain itu mereka juga menginap selama satu hari di desa Pilang, Sragen, untuk menilik batik yang sangat tradisional," ucap Taufik.

Nantinya di akhir kegiatan, batik-batik karya para peserta ditampilkan dalam mini-exhibition dan peserta menceritakan proses pembuatan dan makna filosofis yang ingin mereka sampaikan dalam karya mereka.

Total mahasiswa asing yang mengikuti kursus singkat ini ada 14 orang yakni Fiorella Geraldine, Seheno Arson Dolly Madagascar, Li Wen Lin China, Maria Madalena De Jeus Soares Timor Leste, Rokayah Luebaesa Thailand, Kuhafessah Rongso Thailand, Khaled Nour Aldeen Syria, Muhammet Hudayberdiyev Turkmenistan, Azad Hind Gulshan Nanda India, Burwan Tilusubya Tanzania, Silas O. Emovwodo Nigeria, Takanobu Shiina Jepang, Cuthberth N. Mlosa Tanzania, dan Robbert Trice Amerika serikat.

"Melalui short course ini, peserta memperoleh kredit setara dengan 4 SKS. Harapannya, 14 peserta INHERIT course ini akan lebih mengenal kekayaan ilmu pengetahuan, nilai-nilai, dan budaya local Indonesia secara mendalam dan mengenalkannya pada dunia internasional", tutupnya.

(feb)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini