Perusahaan Lebanon Tuntut Istri Najib Razak Rp214 M Terkait Kiriman 44 Perhiasan

Rahman Asmardika, Jurnalis · Selasa 10 Juli 2018 14:18 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 10 18 1920385 perusahaan-lebanon-tuntut-istri-najib-razak-rp214-m-terkait-kiriman-44-perhiasan-DpNzAcT3vG.jpg Istri mantan perdana menteri Malaysia, Rosmah Mansor. (Foto: Reuters)

KUALA LUMPUR – Sebuah perusahaan perhiasan Lebanon telah mengajukan tuntutan sebesar RM60 juta (sekira Rp214 miliar) terhadap istri dari mantan Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak, Datin Seri Rosmah Mansoor terkait 44 perhiasan yang diduga telah dikirimkan kepadanya awal tahun ini dan baru-baru ini disita polisi.

The Star, Selasa (10/7/2018) melaporkan, Global Royalty Trading SAL yang berbasis di Beirut dilaporkan telah menuntut Rosmah sebesar USD14,79 juta di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur pada 26 Juni lalu melalui kuasa hukum David Gurupatham dab Koay. Dalam pernyataan klaimnya, perusahaan tersebut mengatakan bahwa melalui sepucuk surat, Rosmah telah mengakui bahwa dia telah menerima barang yang dikirimkan.

BACA JUGA: Polisi Malaysia Sita Perhiasan dan Barang Mewah Senilai Rp3,8 T dari Rumah Najib Razak

Menurut pernyataan yang bertanggal 10 Februari Global Royalty Trading SAL telah mengirimkan 44 perhiasan yang terdiri dari tiara, kalung berlian, cincin gelang dan anting kepada Rosmah. Disebutkan juga, walau pun perempuan keturunan minang itu mengakui bahwa dia telah menerima kiriman tersebut, barang-barang itu tidak lagi ada padanya.

Perhiasan itu diduga disita polisi saat mereka melakukan penggeledahan di beberapa rumah yang diduga memiliki hubungan dengan Najib Razak sejak 16 Mei lalu.

Global Royalty Trading juga menyatakan bahwa Rosmah merupakan pelanggan mereka sejak lama dan perusahaan itu akan melakukan pengiriman untuknya sesuai permintaannya. Rosmah kemudian akan mengevaluasi dan membeli barang-barang tersebut sendiri atau melalui pihak ketiga.

BACA JUGA: Najib Razak Hadapi Persidangan, Istrinya Terlihat Tinggalkan Rumah di Tengah Malam

Ditambahkan bahwa Rosmah terkadang meminjam perhiasan-perhiasan tersebut dengan dirinya sendiri sebagai penerima atau agennya di Kuala Lumpur, Singapura dan Dubai. Barang-barang yang tidak dipilih oleh Rosmah akan dikembalikan.

Perusahaan perhiasan meminta pernyataan dari pengadilan bahwa mereka-lah pemilik sah dari 44 perhiasan tersebut. Selain itu, Global Royalty Trading juga meminta perintah wajib untuk pengembalian barang-barang tersebut. Jika Rosmah gagal melakukannya, maka dia harus membayar dengan nilai yang didasarkan pada harga barang-barang itu.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini