nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hindari Konflik, JK Minta Pemda Majukan Ekonomi Masyarakat dan Wujudkan Keadilan Politik

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 10 Juli 2018 16:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 10 337 1920450 hindari-konflik-jk-minta-pemda-majukan-ekonomi-masyarakat-dan-wujudkan-keadilan-politik-4AfAAxqvK4.jpg Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) meminta pemerintah daerah (pemda) dapat memajukan ekonomi masyarakat dan mewujudkan keadilan agar tercipta suatu kedamaian.

Hal itu JK katakan ketika menjadi pembicara kunci dalam Sarasehan Nasional Merawat Perdamaian di Maluku yang digelar Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (10/7/2018).

"Semua pemimpin daerah harus bersama-sama memajukan ekononmi masyarakat, membikin politik transparan dan membuat keadilan, sehingga akan tercapai suatu kedamaian di daerah masing-masing," ujarnya.

JK mengatakan, konflik yang dulu terjadi di Maluku sebenarnya bukan karena faktor agama. Namun biang keladinya ialah ketidakadilan ekonomi dan politik. Dalam perkara ekonomi, JK menyebut terjadi monopoli rempah-rempah di Maluku yang menyebabkan menurunnya pendapatan masyarakat.

Sedangkan dalam perkara politik, JK menyebut di sana terjadi ketidakadilan. Dua hal inilah yang kemudian menjadi pemicu konflik. Derajat konflik semakin membesar ketika itu dibumbui oleh persoalan agama.

Wapres Jusuf Kalla jadi pembicara kunci dalam Sarasehan Nasional Merawat Perdamaian di Maluku yang digelar Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (10/7/2018). (Foto:

"Yang menjadi pemacu cepatnya konflik apabila didasari masalah agama yanf sebenarnya sebabnya bukan masalah agama. Agama cuma dibawa dalam konflik. Ini suatu peranan tokoh agama sangat penting agar hal ini tidak terjadi lagi," jelas JK.

Lebih lanjut, JK bersyukur saat ini kondisi kehidupan masyarakat telah lebih baik dari waktu sebelumnya. Pasalnya sekarang demokrasi sudah semakin harmonis. "Sekarang alhamdulilkah sudah tidak terjadi lagi. Demokrasi sudah semakin harmonis," pungkasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini