Perampok Bawa Kabur Uang Ratusan Juta dari Kantor BTPN di Deliserdang

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Selasa 10 Juli 2018 15:26 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 10 340 1920409 perampok-bawa-kabur-uang-ratusan-juta-dari-kantor-btpn-di-deliserdang-p7aSg76mGU.jpg Petugas mencari bukti perampokan di BTPN Deli Serdang. Foto: Okezone/Wahyudi Aulia

MEDAN – Kawanan perampok yang beraksi di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tembung, di Jalan Medan-Batangkuis (sebelumnya disebut Jalan Letda Sudjono) Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Sumatera Utara, berhasil membawa ratusan juta rupiah.

Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Faidil Zikri ketika dikonfirmasi enggan berkomentar secara rinci. Namun, ia mengakui bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, diketahui bahwa para pelaku membawa kabur sebuah cash box berisi uang tunai senilai Rp148 juta.

“Untuk kepastiannya kita masih selidiki,” ujar Kompol Faidil di lokasi kejadian, Selasa (10/7/2018).

Sebelumnya didapatkan informasi, bahwa pelaku berjumlah tiga orang. Mereka menggunakan penutup wajah dan kaca mata hitam serta mempersenjatai diri dengan senjata api jenis pistol.

Dua pelaku sempat menodongkan pistol tersebut kepada petugas keamanan bank bernama Alfisyar (31), yang merupakan warga Desa Bandar Klippa. Setelah mendorong Alfisyar ke dalam kantor, mereka lalu meminta pegawai bank bernama Leli Hasibuan untuk menyerahkan cash box yang tersimpan di dalam bank tersebut. Saat itu, hanya terdapat dua orang pegawai di dalam bank tersebut.

“Satu pelaku lagi menunggu di mobil, dan begitu dua pelaku keluar, mereka langsung melarikan diri ke arah Batang Kuis,”kata Rizki saksi mata perampokan tersebut.

Polisi sendiri kini masih melakukan olah tempat kejadian perkar di bank tersebut. Bank masih diberikan garis polisi dan pelayanan di bank tersebut dihentikan sementara.

Humas pada Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5, Sumatera Bagian Utara, Yovvi Sukandar menyebutkan, mereka sudah mendengar kabar perampokan tersebut. “Saat ini kami sedang berkordinasi intensif terkait manajemen risiko keamanan di kantor bank terkait,” tandas Yovvi.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini