nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Mahasiswa yang Bawa Harum Nama Indonesia di Dunia Internasional

Selasa 10 Juli 2018 18:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 10 65 1920507 sederet-mahasiswa-yang-bawa-harum-nama-indonesia-di-dunia-internasional-KG5uxtgLDl.jpg Tim ITS juara dunia adu cepat mobil hemat energi. (Foto: Koran Sindo)

JAKARTA – Banyak dari mahasiswa Indonesia menorehkan prestasinya hingga ke kancah Internasional. Salah satu bukti keunggulan karya itu ditunjukkan oleh kendaraan inovasi dari Tim Sapu Angin asal Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Ia berhasil menyabet gelar juara di Shell Eco Marathon Driver’s World Champion (DWC) 2018 di Sirkuit Queen Elizabeth Olympic Park, London. Mereka bahkan mampu menyisihkan kontestan lain yang berasal dari benua Amerika dan Eropa.

Baca Juga: Tim ITS Juara Dunia Adu Cepat Mobil Hemat Energi

Menyabet gelar juara, ITS mendapatkan hadiah dan pengalaman sangat berharga. Pemenang mendapatkan undangan untuk mengunjungi markas Scuderia Ferrari di Italia. Selanjutnya, mereka juga berpartisipasi untuk mengikuti workshop, serta belajar langsung dari para pakar pabrikan mobil berlambang kuda jingkrak itu.

Menariknya, diajang uji kecepatan kendaraan hemat energi tersebut, wilayah Asia diwakili oleh tiga tim yang semuanya dari Indonesia. Selain ITS, ada pula tim Semar Urban dari Universitas Gajah Mada (UGM) dan tim Garuda dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Baca Juga: Mahasiswa Indonesia Juara Dunia Teknologi Mobil Berbahan Bakar Sampah Plastik


Mahasiswa ITS

Lengkapnya, ketiga tim andalan Indonesia tersebut berhasil meraih tiket menuju grand final DWC 2018 di London, setelah menjadi tiga tercepat dalam final DWC Asia 2018 yang dihelat seusai Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2018 di Singapura, Maret lalu. Tiga posisi teratas dalam adu kecepatan tersebut berhak melaju ke ajang grand final DWC di London, bertarung dengan tiga besar dari berbagai wilayah lain sedunia.

Baca Juga: Lulusan Doktor ITB Teliti Zat Anti Kanker

Meskipun berhasil di Internasional, namun sayang prestasi itu masih kurang perhatian dan dukungan dari pemerintah. Hal itu disebutkan oleh pengamat pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Said Hamid Hasan. Ia menilai jika prestasi yang ditujukkan oleh mereka sangat luar biasa. Namun, dia berharap keberhasilan tersebut bisa berdampak luas bagi masyarakat. Said menambahkan jika seharusnya pemerintah mendukung kendaraan yang dihasilkan ITS ini menjadi produk kebanggan bangsa.

Baca Juga: 3 Mahasiswa Unair Berhasil Ciptakan Kantong Darah dari Mangrove

Mahasiswa ITS

Terlebih, ia menyarankan pemerintah harus mengubah strategi kebijakkan yang ada. Menurutnya, karya ini harus dikembangkan menjadi centre of excellent dari studi terkait. Selain itu, pemerintah juga harus mendorong dunia industri untuk membesarkannya.

“Mereka bukan saja mengharumkan nama bangsa, tapi membuka peluang untuk menyejahterakan bangsa dengan temuan tersebut. Jadi, bukan hanya apresiasi, tetapi menjadikan temuan itu berkembang,” paparnya.

Shell

(Neneng Zubaedah/ Aan haryono/ Koran Sindo)

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini