nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Minggu Depan, Model Cantik Steffy Burase Cs Diperiksa KPK Terkait Kasus Gubernur Aceh

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 22:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 11 337 1921081 minggu-depan-model-cantik-steffy-burase-cs-diperiksa-kpk-terkait-kasus-gubernur-aceh-ttNCps7Jir.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merencanakan pemeriksaan terhadap para saksi yang dicegah ke luar negeri terkait kasus dugaan suap Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf. Pemeriksaan itu dijadwalkan Minggu depan.

"Direncanakan Minggu depan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2018).

Lembaga antirasuah telah mencegah empat orang terkait kasus dugaan suap Irwandi Yusuf. Adapun keempatnya ialah model cantik sekaligus tenaga ahli Aceh Marathon, Steffy Burase; Kadis PUPR Pemprov Aceh, Rizal Aswandi; Kepala ULP Pemprov Aceh, Nizarli; serta Teuku Fadhilatul Amri.

KPK, kata Febri, akan melakukan pemanggilan secara patut terhadap para saksi yang dicegah ke luar negeri tersebut.

Febri menerangkan pencegahan terhadap Steffy dilakukan untuk mendalami adanya dugaan aliran suap Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) ke kantong pribadi atlet marathon itu. Sedangkan pencegahan terhadap pejabat ULP dan Kadis PUPR Aceh untuk mendalami proses pengadaan di Pemprov Aceh.

KPK resmi menetapkan empat orang tersangka terkait kasus dugaan suap pengalokasian dan penyaluran DOKA tahun anggaran 2018. Empat tersangka tersebut yakni, Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf; Bupati Bener Meriah, Ahmadi; serta dua pihak swasta yakni, Hendri Yuzal dan T Syaiful Bahri.

Diduga, Gubernur Irwandi meminta jatah sebesar Rp1,5 miliar terkait fee izin proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. Irwandi meminta jatah tersebut kepada Bupati Bener Meriah, Ahmadi.

Namun, Bupati Ahmadi baru menyerahkan uang sebesar Rp500 Juta kepada Gubernur Irwandi lewat dua orang dekatnya yakni Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. Diduga, pemberian tersebut merupakan bagian komitmen fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh.

Sebagai pihak penerima suap, Irwandi Yusuf, Hendri Yusuf, dan Syaiful Bahri disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak pemberi suap, Ahmadi disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini