nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lagi, Satu Terduga Teroris Ditangkap di Bantul Beserta Dua Istri dan Anaknya

Kuntadi, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 22:39 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 11 510 1921138 lagi-satu-terduga-teroris-ditangkap-di-bantul-beserta-dua-istri-dan-anaknya-tffTjYJ7HR.jpg Rumah terduga teroris di Bantul (Foto: Ist)

BANTUL - Detasemen khusus (densus) 88 mengamankan Maryanton alias Teming (41) di Mrisi, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul sebelum melakukan penangkapan terhadap Saefuloh di Cebongan, Mlati, Sleman. Dengan demikian ada dua orang yang diamankan petugas hariini.

Informasi di lapangan, petugas dari Densus 88, sudah menyanggong di wilayah Mrisi sejak dini hari. Petugas dengan penutup kepala (sebo) dan sebagian menentang senjata laras panjang sudah memantau di sekitar pintu masuk di Mrisi. Hanya warga tidak ada yang berani bertanya.

Barulah sekitar pukul 08.00 WIB petugas menangkap Maryanto di rumahnya. Dia diduga ikut terlibat dalam jaringan terorisme. Warga sendiri tidak diperbolehkan mendekat karena pengamanan sangat ketat. Selain 15an orang anggota Densus, juga ada petugas dinas dari Polsek Kasihan dan Polres Bantul maupun dari TNI yang ikut mengamankan.

"Sempat ada polisi ke rumah mencari saya, tetapi saya sedang pergi. Saya kembali langsung ke sana tetapi sudah ditutup," jelas Endiyo Ketua RT 8.

Saat dia datang sejumlah petugas meminta kartu pengenalnya untuk difoto. Termasuk memfoto wajahnya yang saat itu melihat proses petugas mengamankan. Selain Maryanto petugas juga mengamankan dua orang istri Maryanto dan dua anaknya ke dalam mobil.

"Saya tidak tahu apakah ada barang yang dibawa atau tidak," ujarnya.

Menurut Endiyo, sebelum ada penangkapan ini petugas dari Polda DIY sempat datang ke rumahnya. Tepatnya beberapa hari sebelum puasa. Saat itu mereka hanya meminta identitas keluarga Maryanto. Bahkan beredar kabar jika Maryanto ikut dipantau karena diduga terlibat jaringan terorisme.

"Dulu dia seperti warga biasa, tetapi setelah menikah dia menjadi tertutup dan jarang bargaul," jelasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini