nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polda Jateng Bentuk Tim Pemburu SKTM Palsu

Taufik Budi, Jurnalis · Rabu 11 Juli 2018 13:12 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 11 512 1920829 polda-jateng-bentuk-tim-pemburu-sktm-palsu-BuLMfP61dI.jpg Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono (foto: Taufik Budi/Okezone)

SEMARANG - Polda Jawa Tengah (Jateng) membentuk tim untuk memburu pihak-pihak yang terlibat dalam penggunaan surat keterangan tidak mampu (SKTM) untuk pendaftaran sekolah. Tim sudah terbentuk hingga masing-masing kabupaten/kota di Jateng karena penyalahgunaan SKTM menyebar hingga tingkat bawah.

"Tentunya Polda Jateng akan terus memproses. Saat ini sudah kita bentuk tim. Tim di tingkat Polda maupun di Polres-Polres karena ini masif sekali, banyak sekali. Di satu kabupaten saja ada yang 200 lebih (kasus SKTM palsu)," ujar Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, usai upacara HUT ke-72 Bhayangkara di Mapolda Jateng, Rabu (11/7/2018).

Tepati Janji, Ganjar Pranowo Penuhi Panggilan KPK terkait Kasus KTP Elektronik

Dia menegaskan, tim yang terbentuk di bawah koordinasi Ditreskrimum Polda Jateng tengah melakukan penyelidikan. Begitu pula di masing-masing Satreskrim Polres juga memburu pihak-pihak yang terlibat dalam penggunaan SKTM palsu.

"Kalau di Polda, di bawah Ditreskrimum kemudian masing-masing Satreskrim Polres. Ancaman hukumannya enam tahun penjara karena melanggar Pasal 263 KUHAP," lugas jenderal bintang dua tersebut.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono 

Banyaknya warga yang menyalahgunakan SKTM juga mengundang keprihatinannya. Untuk itu, dia mengimbau seluruh masyarakat untuk menghindari praktik curang termasuk memalsukan dokumen-dokumen persyaratan pendaftaran.

"Memang memprihatinkan ya, adanya kebijakan yang baik bagi masyarakat tidak mampu untuk mengenyam pendidikan, namun dimanfaatkan oleh sebagian warga yang mampu menggunakan SKTM tersebut agar bisa masuk sekolah. Oleh karenanya kita imbau seluruh masyarakat, kalau kita mampu beri kesempatan bagi saudara-saudara yang tidak mampu," pungkasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini