Laporan Ungkap Pentagon Habiskan Rp17,5 Juta untuk Gelas, Rp144 Juta untuk Tutup Toilet

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 10:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 12 18 1921271 laporan-ungkap-pentagon-habiskan-rp17-5-juta-untuk-gelas-rp144-juta-untuk-tutup-toilet-Pgu0gPmxkf.jpg Foto: Reuters.

WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuntut negara-negara anggota NATO untuk mengeluarkan dana lebih banyak karena menurutnya tidak pantas AS mengeluarkan dana lebih besar dibandingkan negara-negara anggota lain untuk mempertahankan Eropa. Kritik keras itu disampaikan Trump dalam KTT tahunan blok militer tersebut di Brussels.

Namun, selain untuk keperluan militer, Departemen Pertahanan AS atau Pentagon ternyata juga menghabiskan dana yang tak terhitung jumlahnya untuk barang-barang umum yang sebenarnya bisa dibeli di toko atau dibuat sendiri.

BACA JUGA: Trump Tuding Jerman Jadi "Tawanan Rusia" Gara-Gara Kesepakatan Minyak dan Gas

Dalam laporan yang dilansir RT, Kamis (12/7/2018) baru-baru ini misalnya, kru tanker udara dan pesawat kargo yang bermarkas di Pangkalan Udara Travis, California sangat khawatir memecahkan gelas khusus yang didesain untuk menghangatkan kembali kopi atau teh dalam penerbangan yang panjang. Pegangan elas metal yang terbuat dari plastik itu mudah rusak dan tidak dapat dicari penggantinya sehingga Angkatan Udara terpaksa menghabiskan USD1.220 (sekira Rp17,5 juta) untuk sebuah gelas baru.

Air Force Times melaporkan, Skuadron Pelabuhan Udara ke-60 telah menghabiskan hampir USD56.000 (sekira Rp 807,5 juta) untuk membeli gelas-gelas yang disebut bernilai “setara dengan beratnya dalam emas”. Tahun ini saja angkatan udara AS (USAF) telah mengeluarkan dana USD32.000 (Rp461 juta) untuk membeli 25 gelas.

Sebelumnya Trump pernah mengatakan bahwa akar masalah dari pengeluaran ini adalah kontrak perjanjian yang buruk. Dan Grazier, mantan Marinir tanker dan anggota di Project On Pengawasan Pemerintahan (POGO) mengatakan, kontrak Departemen Pertahanan untuk pembelian, kontrak jarang termasuk hak kekayaan intelektual, yang memungkinkan kontraktor untuk meminta harga yang sangat tinggi untuk perbaikan dan penggantiannya selama masa pemakaian.

Printer 3D milik USAF bisa mencetak banyak komponen, tetapi tidak memiliki hak untuk melakukannya. Hal ini menyebabkan masalah seperti mahalnya harga tutup toilet untuk pesawat transpor C-17 Globemaster yang mencapai USD10.000 (Rp144 juta) karena USAF tidak boleh mencetaknya dengan harga USD300.

Anda akan berpikir, 'Tidak mungkin benda itu menghabiskan uang sebesar itu', ”kata Asisten Menteri untuk Akuisisi Teknologi dan Logistik, Will Roper pada Defense One pada Mei.

“Tidak, benda itu tidak menghabiskan uang sebesar itu, tapi kamu meminta perusahaan untuk memproduksinya dan mereka [sibuk] menghasilkan sesuatu yang lain.”

Laporan ini menarik perhatian dan kemarahan dari Senator Iowa, Chuck Grassley yang segera menyurati deputi inspektur jenderal Pentagon pada Juni. Namun, sejauh ini belum ada jawaban dari Departemen Pertahanan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini