nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jalin Hubungan dengan Demokrat, Golkar Diyakini Tidak Akan Lari dari Jokowi

Bayu Septianto, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 06:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 12 337 1921203 jalin-hubungan-dengan-demokrat-golkar-diyakini-tidak-akan-lari-dari-jokowi-iWUpvefiz9.jpg Presiden Jokowi dan Airlangga Hartarto. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai Partai Golkar akan tetap mendukung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2019. Pertemuan antara Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diyakini bukanlah upaya Golkar untuk beralih dukungan dari Jokowi ke tokoh lain.

"Silaturahmi politik biasa. Golkar tidak akan lari dari Jokowi," jelas Ujang kepada Okezone, Kamis (12/7/2018).

Ia justru melihat kehadiran Airlangga ke rumah SBY merupakan upaya Partai Golkar merayu Partai Demokrat untuk masuk ke barisan koalisi pendukung Jokowi di Pilpres 2019.

Demokrat sendiri saat ini belum memberikan dukungan kepada salah satu poros koalisi dalam Pemilihan Presiden 2019. Namun, Demokrat sejak awal terus mempromosikan putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), sebagai calon pemimpin Indonesia.

"Kan bisa Airlangga mengajak SBY untuk bergabung dengan Jokowi," ucap Ujang.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan pihaknya tidak akan berpaling dari dukungan terhadap Jokowi sebagai capres pada Pemilu 2019.

Hal itu sekaligus menepis dugaan bakal berpindah haluannya Golkar usai pertemuan antara Airlangga dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa 10 Juli.

"Spekulasi silaturahmi antar-pimpinan partai itu suatu hal yang biasa, karena kita kan antar-pimpinan partai suasana cair, dan kemudian posisi Partai Golkar itu sudah final. Sudah diputus dalam rapimnas dan munas, dan bahkan Partai Golkar yang paling awal mendukung Pak Jokowi," kata Airlangga di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu 11 Juli 2018.

Menurut Airlangga, justru pertemuannya dengan SBY bertujuan mengajak SBY dan Partai Demokrat untuk masuk ke barisan pendukung Jokowi pada pilpres tahun depan.

"Ada yang masih memperhitungkan untuk berkoalisi dengan Pak Presiden, nah tentu komunikasi itu dibangun agar nanti tidak terjadi misinterpretasi atau miskomunikasi antara koalisi pendukung presiden, dan tentu bagi koalisi partai pendukung presiden lebih banyak, lebih baik," jelas Airlangga.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini