KPK Kembali Periksa Dirjen Dukcapil Kemendagri Terkait Korupsi E-KTP

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 11:13 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 12 337 1921294 kpk-kembali-periksa-dirjen-dukcapil-kemendagri-terkait-korupsi-e-ktp-fLrtEr2jye.jpg Ilustrasi KPK (foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arief Fakhrulloh terkait perkara korupsi e-KTP.

Berdasarkan jadwal pemeriksaan yang dirilis KPK, Zudan akan dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari dalam kasus tersebut. Pemanggilan ini merupakan proses pelengkapan berkas untuk seorang tersangka.

"Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari)," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Jubir KPK Febri Diansyah (foto: Okezone) 

Zudan sendiri sebelumnya sudah sempat dipanggil pada 9 Juli kemarin. Namun, dia tak menghadiri pemanggilan penyidik dengan melayangkan surat kepada KPK.

Selain itu, penyidik lembaga antirasuah juga memanggil saksi lainnya, yakni mantan anggota DPR Rindoko Dahono Wingit, dan dua PNS di Ditjen Dukcapil Rustinah dan Suparmanto.

"Mereka juga akan menjalani proses pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari)," tutur Febri.

Nama Zudan sendiri muncul dalam persidangan untuk dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, yang telah divonis bersalah terkait perkara korupsi e-KTP hingga merugikan negara Rp2,3 triliun.

Sejauh ini KPK sudah menjerat delapan orang dalam kasus korupsi e-KTP. Mereka adalah Irman; Sugiharto; Andi Agustinus alias Andi Narogong; Markus Nari; Anang Sugiana Sudihardjo; Setya Novanto; Irvanto Hendra Pambudi; dan Made Oka Masagung.

Adapun dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto, pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, serta mantan ketua DPR RI, Setya Novanto, sudah divonis terbukti bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Kemudian untuk Anang Sugiana Sudihardjo masih proses persidangan.

Sementara Markus Nari dan Made Oka Masagung terus menjalani penyidikan di KPK. Sedangkan Irvanto dalam penyusunan dakwaan. Kedelapan orang itu diduga secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini