nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Eks Pimpinan Sebut KPK Tak Bisa Sendirian Berantas Korupsi Sektor Pertanian

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 22:30 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 12 337 1921653 eks-pimpinan-sebut-kpk-tak-bisa-sendirian-berantas-korupsi-sektor-pertanian-T7XYGuDaWl.jpg Eks pimpinan KPK Zulfikarnain (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai harus bekerjasama dengan lembaga terkait untuk menangani pemberantasan korupsi di sektor pertanian. Pasalnya, lembaga antirasuah disebut tak bisa berdiri sendiri untuk memberangus potensi korupsi di sektor pangan tersebut.

Menurut eks pimpinan KPK Zulkarnain mengatakan, seluruh pihak terkait, termasuk presiden perlu bekerjasama dalam menyelesaikan persoalan ini. "KPK tidak bisa sendiri, harus menggandeng semua. Terutama kepala negara," kata Zulkarnain, Jakarta, Kamis (12/7/2018).

 Ilustrasi

Menurutnya, penangkapan atau penanganan perkara yang selama ini dilakukan KPK hanya sebagian kecil dari banyaknya dugaan tindak korupsi di sektor pangan dan pertanian.

“Maka pencegahan itu, eksekusi perbaikannya harus bekerja sama dengan presiden, dengan kementerian lembaga terkait. Yang bisa menekan itu presiden. KPK sulit menekan itu kecuali, yang sudah bermasalah pidananya, cukup bukti dan masuk kewenangannya dia (KPK), baru bisa,” paparnya.

Jauh sebelumnya, di masa kepemimpinan Abraham Samad, KPK menyatakan masih adanya pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi di pengelolaan pertanian dan pangan, menunjukkan sektor ini masih rawan korupsi.

 Ilustrasi

Samad pun menyerukan agar KPK bergerak dengan menutup celah itu dengan mengaktifkan segera satuan tugas di sejumlah kementerian, khususnya pertanian.

Dikonfirmasi terpisah, pimpinan KPK periode 2007–2011, Bibit Samad Rianto sepakat masih rawannya korupsi di sektor pertanian. Meski demikian, Bibit enggan berkomentar lebih lanjut mengenai pernyataan Abraham Samad.

“Pernyataan Abraham Samad itu ya itu pengamatan dia. Kalau menurut saya, semua bidang itu ada korupsinya, cuma saja ada yang mencuat ke permukaan ada yang enggak. Ada yang ketangkep karena sial, ada yang enggak,” kata dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini