nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wiranto Sebut Ancaman Narkoba di Indonesia Disebabkan Banyaknya "Jalur Tikus"

ant, Jurnalis · Jum'at 13 Juli 2018 00:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 12 337 1921664 wiranto-sebut-ancaman-narkoba-di-indonesia-disebabkan-banyaknya-jalur-tikus-eaPDHNijaz.jpg Menko Polhukam Wiranto. (Foto: Okezone)

BOGOR – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan banyaknya "jalur tikus" di Indonesia menjadi pintu masuk narkoba menimbulkan kerawanan yang perlu disikapi dengan pengawasan ketat di wilayah-wilayah tersebut.

"Dengan mengidentifikasi ancaman seperti itu, maka TNI dan kepolisian sudah punya satu rencana untuk menyebarkan dislokasi pasukan pengamanan di perbatasan agar lebih banyak lagi di semua titik," kata Wiranto di Bogor, usai peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2018, Kamis 12 Juli.

(Baca juga: Peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional Digelar di Bogor)

Sebelumnya, Wiranto menyampaikan salah satu kerawanan dalam menghadapi ancaman narkoba adalah banyaknya pintu masuk di Indonesia yang memiliki garis pantai terpanjang nomor dua di dunia setelah Kanada.

"Di negeri kita ini yang dengan mudah dimasuki oleh sumber-sumber narkoba itu berasal, apakah lewat laut, lewat darat," katanya.

Ia mencontohkan di Kalimantan Utara, dilaporkan ada 1.400 jalur tikus yang menjadi pintu masuk, tidak hanya narkoba, tetapi juga pembalakan liar, perdagangan manusia, senjata, bahkan teroris.

"Ini baru satu provinsi, ada 1.400 jalur tikus, banyak sekali," katanya.

Selain penguatan personel TNI dan kepolisian di wilayah perbatasan, lanjut Wiranto, upaya lainnya adalah kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membangun dari pinggiran juga menjadi salah satu solusi efektif menangkal peredaran narkoba tersebut.

(Baca juga: Cegah Narkoba, Ratusan Prajurit TNI Dites Urine Dadakan)

Ia mengatakan, dibangunnya berbagai pelabuhan dan bandara akan diimbangi dislokasi pasukan-pasukan TNI maupun Polri sehingga bisa membangun shelter-shelter ekonomi baru yang akan terjadi penyebaran di wilayah kosong menjadi terisi.

"Tentu ini jangka panjangnya. Jangka pendeknya tentunya kewaspadaan aparat keamanan. Setiap desa di Indonesia itu sudah ada aparat keamanan baik dari TNI atau polisi," tuturnya.

Wiranto menambahkan, setiap wilayah sudah ada anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai sistem peringatan dini dari penjagaan wilayah perbatasan dari berbagai ancaman, termasuk narkoba.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini