nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Depok Darurat Narkoba, Ironinya Pengunanya Remaja

Wahyu Muntinanto, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 21:28 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 12 338 1921647 depok-darurat-narkoba-ironinya-pengunanya-remaja-RaYzx1l1T3.jpg Foto Ilustrasi Okezone

DEPOK - Peredaran Narkoba di wilayah Depok sudah memasuki katagori darurat dengan rata-rata penggunanya remaja, pasalnya kota yang berpenduduk lebih dari 2 juta jiwa ini dianggap sebagai pasar yang cukup potensial dan menjadi surga bagi para bandar.

Banyaknya pintu masuk narkoba ke Depok dikarenakan menjadi permasalahan tersendiri, sebab Depok juga berbatasan secara langsung dengan Ibu Kota Jakarta, Tanggerang, Banten dan Bogor, Jawa Barat.

Salah satu peredaran narkoba terbesar di Kota Depok yakni wilayah Sukmajaya yang kini menjadi zona merah dari Badan Naarkotika Nasional Kota Depok. Rupanya di wilayah itu, BNNK Depok mensinyalir adanya Bandar sampai pengguna Narkoba yang bersarang didalamnya, padahal wilayah Sukmajaya itu sendiri menjadi markas atau kantor BNNK Depok.

"Untuk di Kota Depok itu kalau saya bilang cukup tinggi Penggunanya rata-rata itu remaja. Mayoritas yang kita tangani itu dari umur 16 sampai 28, lebih banyak pria," kata Kepala BNN Kota Depok AKBP Rusli Lubis di Kantor BNNK Depok saat menggelar peringatan hari anti Narkotika Nasional, Kamis (12/7/2018).

 narkoba

"Ini juga perbatasan antara DKI dengan Jawa Barat. Dan hampir rata-rata, tindak yang terkait narkoba zona merahnya ada di sini, Sukmajaya," lanjutnya.

Rusli menuturkan jenis Narkoba yang menjadi prioritas antara bandar ke pengguna adalah sabu - sabu, sebab Narkoba jenis inilah yang menjadi tren dikalangan remaja ketimbang jenis ganja. Dirinya juga tak menanpik adanya bandar besar yang bermain di wilayah Depok, meskipun ada bandar-bandar lain dari wilayah luar Depok.

"Banyak (kasus Narkoba), kemarin juga kita tindak lanjuti. Peredarannya ada di Depok, tapi bandarnya ada di Bogor, sudah beda wilayah. Jadi mereka rata-rata dapat barang dari luar. Tidak menutup kemungkinan di Depok juga ada. Jadi yang kemarin itu kurirnnya orang Depok. Jenisnya sabu juga," paparnya.

Menurut Rusli, maraknya peredaran Narkoba di kota Depok karena disebabkan dari pergaulan dan faktor coba-coba. Lebih parahnya lagi, kebanyakan dari pengguna Narkoba karena permasalahan keluarga sehingga para penghuna beralih menggunakan Narkoba dan menjadi pecandu.

"Jadi ada temannya yang punya masalah di keluarganya, dia mau curhat atau berbicara enggak tahu sama siapa. Pasti kan rata-rata mereka mencari teman. Salahanya mereka ini mencari teman yang seorang pengguna. Nah temannya pengguna ini kan sudah biasa menggunakan untuk menghilangkan masalah. Jadi dia menawarkan ke temannya itu untuk menghilangkan masalah yang dialami," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini