Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Tembaki Helikopter Logistik Pilkada

Badriyanto, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 15:37 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 12 340 1921444 kelompok-kriminal-bersenjata-papua-tembaki-helikopter-logistik-pilkada-T6MSy7hHOd.jpg Ilustrasi Foto/Shutterstock

JAKARTA – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menembaki helikopter yang mengangkut logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di wilayah itu.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal, menuturkan bahwa peristiwa penembakan terjadi pada Rabu (11/7/2018).

"Helikopter itu sebenarnya digunakan untuk transportasi untuk mengangkut logistik. Nah, kemarin justru ditembaki saat membawa logistik, karena ditembaki, kita kejar dong. Mereka malah ngeklaim diserang, kita yang diserang," kata Mustofa Kamal kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

Baca: Pengakuan Briptu Petrus yang Selamat dari Tembakan KKSB

Ia melanjutkan TNI dan Polri hanya bersiaga setelah adanya tragedi penyerangan pesawat oleh KKB di Kenyam, Kabupaten Nduga pada 22 Juni dan 25 Juni 2018 lalu. Sebagai antisipasi serangan lanjutan, TNI dan Polri menyiapkan pasukan di Nduga Papua, dengan jumlah yang lebih banyak.

"Mereka (personel) setelah penyerangan itu, mereka stand by (siap) di sana. Jadi kalau ada kabar di bombardir segala macam itu bohong. Mereka suka begitu koar-koar muncul, tapi giliran disamperin dikejar (kabur). Jadi kita masih mengejar pelaku penyerangan kemarin. Bukan operasi, kalau operasi bahaya amat bahasanya," terangnya.

Baca: Dalam 10 Tahun Terakhir, 30 Anggota Polri di Papua Tewas oleh Kelompok Bersenjata

Baca: Kapolri Kuak Kronologi Penembakan Polisi Pengawal Logistik Pilkada Papua

Mustofa menegaskan, keberadaan personel di daerah Papua semata untuk menciptakan rasa aman dan kondusif. Bahkan ia merasa kasihan kepada anak buahnya yang sedang bertugas justru dituduh melakukan penyerangan.

"Kasihan personel di lapangan, keluarganya juga, capek-capek menghadapi KKB, sama nyawa taruhannya, tapi diberitakan macam-macam. Kita dibilang nyerang, kasihan kalau opini masyarakat buruk terus ke aparat," pungkasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini