Diduga Teroris, Penjual Panah Ditangkap Densus 88 di Bantul

Kuntadi, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 17:58 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 12 512 1921557 diduga-teroris-penjual-panah-ditangkap-densus-88-di-bantul-2zRT09ij3w.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

BANTUL – Satu lagi terduga teroris, Gutomo (32) diamankan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Kerto Tengah, Kerto, Pleret, Bantul pada Rabu 11 Juli 2018. Gutomo ditangkap usai melaksanakan Salat Asar berjamaah di Masjid Al Falaah tidak jauh dari rumah kontrakan Gutomo.

“Begitu keluar masjid, dia ditangkap petugas dan dibawa dengan motor,” ujar Mujiyono, Ketua RW 08 Kerto Tengah, kepada wartawan, Kamis (12/7/2018).

Sebelum penangkapan, ada petugas dari Densus yang memberitahu maksud tujuan mereka. Saat penangkapan juga banyak polisi dari Polsek Pleret, Polres Bantul maupun dari Polda. Mereka berjaga di sejumlah titik dan melarang warga untuk mendekat.

 Ilustrasi

Pasca-penangkapan, petugas mendatangi rumah kontrakan Gutomo. Sejumlah petugas juga membawa senjata lengkap mengamakan beberapa barang dari rumah tersebut. Seperti komputer, alat untuk memproduksi panah, busur, buku-buku, senapan angin dan juga HP dan kamera digital.

“Setahu warga dia penjual panah online,” ujarnya.

Istri Mujiyono, Nur Habibah mengaku sempat diminta untuk memeriksa tubuh dari istri Gutomo yang berprofesi sebagai tukang jahit. Saat itu, tidak ada polwan sehingga dia yang diminta menggeledah.

“Dia sedang hamil mengandung anak ketiga,” jelasnya.

Petugas akhirnya meminta istri Gutomo dan anaknya untuk masuk ke dalam mobil dan membawa ke Polres Bantul. Sekira magrib tiba di polres dan diperiksa oleh polwan. Barulah sekira pukul 20.30 WIB, diantarkan pulang.

“Saya juga ikut mendampingi ke istrinya ke Polres,ujarnya.

 Ilustrasi terorisme

Kapolres Bantul, AKBP Sahat Marisi Hasibuan membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di Padukuhan Kerto Tengah, Desa Imogiri serta di Tirtonirmolo, Kasihan. Namun demikian, Sahat tidak mau menjelaskan kasus yang menimpa dua orang tersebut.

"Operasi penangkapan itu langsung dari Densus 88 Mabes Polri. Dan ini wilayah mereka (Densus),” ucapnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini