Viral Pemuda Indonesia Pecahkan Rekor Pelari Tercepat, Namanya Lalu Muhammad Zohri

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Kamis 12 Juli 2018 11:54 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 12 65 1921312 viral-pemuda-indonesia-pelari-tercepat-di-dunia-namanya-muhammad-nasir-KmwzeKD1i3.jpg Lalu Muhhamad Zohri. (Foto: iaaf.org)

TAMPERE - Sekali lagi pemuda asal Indonesia harumkan nama Tanah Air dikancah Internasional. Dia adalah Lalu Muhammad Zohri, pelari tercepat di dunia yang berhasil membawa pulang emas dalam kejuaraan dunia International Association of Athletics Federations (IAAF) U20, di Tampere, Finlandia, pada 11 Juli 2018. Pemberitaan atas kemenangannya pun tengah menjadi viral.

Melansir IAAF, Kamis (12/7/2018), pemuda 18 tahun itu bahkan mampu mengalahkan pelari yang sebelumnya digadang-gadang menjadi juara. Yakni pelari U20 asal Amerika, Anthony Schwartz, yang tidak pernah kalah selama pertandingan pada 2018. Terlebih, ia mampu mengalahkan pemuda-pemuda lainnya dari berbagai negara, seperti Daisuke Miyamoto (Jepang), Michael Stephens (Jamaika), Eric Harrison (USA), Henrik Larsson (Swedia), dan Anthony Schwatrz (USA).

(Foto: IAAF.org)

Lebih lanjut, berada di Lane 8, Zohri pun mampu mengguncangkan dunia. Setelah mencapai finish dan memenangkan pertandingan, dia langsung menyambut kemenangannya dengan bersujud dan berlari-lari di pinggir Lane. Menariknya, dia mencatatkan waktu terbaik untuknya,atau Personal Best (PB), yakni 10,18 detik. Dia juga mampu mencatatkan diri sebagai rekor terbaik untuk U20 terbaik di Asia Tenggara. Ini juga menandai pertama kalinya seorang atlet Asia Tenggara memenangkan dasbor 100 meter di Kejuaraan Dunia Junior.

Menanggapi kemenangannya itu, dia mengaku sangat senang dan bangga.

(Foto Dok IAAF.org)

“Saya sangat senang dengan PB dan catatan junior nasional saya. Saya sangat bangga, ini adalah pengalaman yang luar biasa dan ini sangat bagus untuk karier saya,” ungkap Zohri.

Ia menambahkan "Saya akan berpesta malam ini!.”

Terakhir, Zohri menungkapkan jika kemenangannya tersebut akan dijadikan acuan untuk Asian Games 2018. Pemuda asal NTB itu kembali bertarung sebagai atlet lari, dalam gelaran pesta olahraga terbesar di Asia, pada 8 Agustus hingga 2 September 2018. Terlebih, ajang itu diselenggarakan di Indonesia, tepatnya Jakarta dan Palembang.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini