nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hary Tanoe: Pemberantasan Narkoba Butuh Peran Seluruh Elemen Bangsa

Bayu Septianto, Jurnalis · Jum'at 13 Juli 2018 01:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 13 337 1921698 hary-tanoe-pemberantasan-narkoba-butuh-peran-seluruh-elemen-bangsa-S4nXUojaRv.jpg Hary Tanoesoedibjo di peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional 2018.

BOGOR – Indonesia yang didominasi masyarakat berusia muda menjadi pasar dari peredaran narkoba. Saat ini diperkirakan sebanyak 3 sampai 3,7 juta orang adalah pengguna narkoba.

"Mari kita bersama perangi narkoba. Narkoba destruktif, sangat berbahaya bagi masa depan bangsa,” kata Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) usai menerima penghargaan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dari Badan Narkotika Nasional (BNN) di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Watesjaya, Cigombang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hary Tanoe berharap mata rantai narkoba bisa diputus secara tuntas sehingga ke depan generasi muda mampu membawa perubahan yang lebih baik bagi negaranya, termasuk kesejahteraan untuk Tanah Air. "Narkoba banyak menyerang generasi muda, kita cegah agar mereka tumbuh menjadi generasi produktif yang membangun bangsa dan negara yang kita cintai," ungkapnya.

Seluruh masyarakat, lanjutnya, bisa ambil bagian dalam pemberantasan narkoba. Sekecil apa pun itu akan berarti dalam perang melawan narkoba. MNC sendiri selama ini bekerja sama dengan BNN dalam pemberitaan bahaya narkoba. Selain itu, MNC juga menghibahkan dan meminjamkan tanah untuk memperluas aktivitas BNN di Lido di total lahan hampir 2 hektare.

Di acara peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) 2018, Kepala BNN Komjen Heru Winarko mengajak seluruh instansi pemerintah dan elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam memerangi narkoba yang menyerang tanpa pandang bulu.

"Ke depannya kita harapkan generasi muda kita sehat dan selamat dari narkoba, apalagi kita dapat bonus demografi. Karenanya, kita gerakkan seluruh aparat negara dan bangsa untuk perang terhadap narkoba," ujarnya.

Merujuk hasil riset BNN dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI), pada 2017, angka prevalensi pengguna narkoba mencapai 1,77 persen atau 3 sampai 3,7 juta orang. Jumlah ini dari seluruh populasi di Indonesia pada usia 10 hingga 59 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih cukup rentan atas penyalahgunaan narkoba.

"Ke depannya kita harapkan generasi muda khususnya kita bisa dapat bonus demografi. Dari penelitian dari 2 persen menjadi 1,77 persen, pecandu berkurang, tapi mungkin yang coba pakai (narkoba) meningkat. Kita harapkan anak-anak muda hindari segala bujuk rayu mencoba narkoba," ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut turun hadir Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hadir juga Menteri Dalam Negeri Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Desa dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, serta tokoh lainnya.

Menko Polhukam Wiranto mengajak seluruh pihak melawan narkoba, karena jika peredaran barang haram tersebut tidak dilakukan maka akan semakin banyak masyarakat yang menjadi korban.

"Mari kita lawan bersama secara total. Kalau tidak dilawan kita akan jadi sampah karena semuanya dibuang ke sini. Kita negara perbatasan, negara maritim, tempat peredaran narkoba di Indonesia banyak sekali kalau tidak bisa mengawasi akan kewalahan," seru Wiranto.

Di tempat yang sama, Mendagri Tjahjo Kumolo berharap di seluruh provinsi disediakan sarana untuk merehabilitasi pengguna narkoba. Program ini bisa disinkronkan dengan bekerja sama antara pemda dan BNN untuk menyediakan tempat rehabilitasi bagi penguna narkoba.

"Kami minta tiap provinsi punya pusat rehabilitasi. Soal anggaran bisa dipadukan dengan BNN. Bagi daerah-daerah tingkat dua yang punya RSUD diminta sediakan 2 sampai 3 ruangan untuk pusat rehabilitasi," ujar Tjahjo.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini