Sudah Kembali ke Rumah, Istri Terduga Teroris di Sleman Masih Syok

Kuntadi, Jurnalis · Jum'at 13 Juli 2018 01:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 13 510 1921693 sudah-kembali-ke-rumah-istri-terduga-teroris-di-sleman-masih-syok-2VNK279M2z.jpg Penangkapan teroris. (Foto: Okezone)

SLEMAN – Kepolisian Daerah Yogyakarta tidak memiliki informasi banyak mengenai penangkapan sejumlah terduga teroris di wilayah hukumnya. Pihak Polda DIY menyatakan tak memiliki akses banyak terhadap tindakan ini.

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu belakangan setidaknya ada empat terduga teroris yang diamankan personel Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.

"Kita tidak punya akses ke sana," jelas Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto ketika dikonfirmasi, Kamis 12 Juli 2018.

(Baca juga: Densus 88 Polri Amankan Terduga Teroris di Sleman)

Ia mengakui ada empat terduga teroris yang diamankan anggota Densus 88 Antiteror Polri. Namun di mana saja lokasinya dan siapa saja mereka, atau berasal dari jaringan mana, dan kasus teroris apa, Polda DIY belum bisa memerincinya.

"Penanganan oleh Densus," ujar Yulianto.

Sementara istri dari Saefuloh (35), terduga teroris yang turut diamankan di Mlati Sleman pada Rabu 11 Juli malam, sudah kembali ke rumah kontrakan beserta anak-anaknya. Hanya, kondisinya masih syok.

"Tadi malam istri dan anaknya sudah diantar pulang," jelas Sumarjono, ketua RT 05 Bedingan Wetan, Sumberadi, Mlati.

Ia baru sebatas mengobrol dengan AF, putri kedua dari Saefuloh. Saat itu dikatakan ibunya masih syok dan adiknya juga rewel.

(Baca juga: Terduga Teroris yang Ditangkap di Sleman Jualan Bakso Tusuk dan Martabak)

Sebelumnya, Sumarjono mendapat pesan singkat (SMS) dari nomor yang tidak dikenal dan mengabarkan di rumah kontrakan Saefuloh banyak orang. Dia kemudian datang ke sana dan bertemu salah satu petugas yang juga sempat ditemui pada pagi harinya.

"Yang ikut menangkap pada pagi harinya ada, saya kenal wajahnya," ujar dia.

Salah seorang warga, Rahayu, mengaku sejak pagi rumah Saefuloh sudah tidak dipasangi garis polisi. Mungkin garis polisi dilepas bersamaan dengan pemulangan keluarganya.

Hanya, sejak pagi pintu rumah juga tertutup rapat dan tidak ada yang keluar rumah. "Dari tadi rapat, tidak ada yang keluar," jelasnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini