Takut Kehilangan Suami, Perempuan di Bandung Culik Bayi Teman Sendiri

CDB Yudistira, Okezone · Sabtu 14 Juli 2018 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 14 525 1922347 takut-kehilangan-suami-perempuan-di-bandung-culik-bayi-teman-sendiri-U5MrRPG96L.jpeg Pelaku penculikan bayi di Bandung. (Foto: CDB Yudistira/Okezone)

BANDUNG – Rasa bahagia sekaligus haru terlihat dari raut wajah pasangan suami-istri Riki Buki (23) dan Siti Nurcahyati (23), warga Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat, setelah anak ketiganya yang baru saja dilahirkan kembali ke pangkuan mereka setelah diculik beberapa hari usai dilahirkan.

"Terima kasih, pak polisi. Terima kasih semuanya," kata Siti sembari mengambil anaknya dari pangkuan Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo, di rumahnya, Jumat 13 Juli 2018.

Pihak keluarga yang turut menyaksikan penyerahan "bayi merah" itu turut meneteskan air mata, terharu sekaligus bahagia, karena anggota baru keluarganya dapat berkumpul lagi.

Kasus penculikan bayi yang belum memiliki nama tersebut terjadi pada Kamis 12 Juli 2018. Siti yang tengah keluar rumah, meninggalkan bayinya bersama sang ibu mertua dan temannya yang baru saja dikenal.

Sekembali ke rumahnya, Siti menyadari bayinya sudah tidak ada, demikian pula dengan teman barunya. Ia kemudian langsung melaporkan apa yang menimpanya ke pihak kepolisian.

Alhasil, kurang dari 24 jam, polisi mengamankan pelaku penculikan bersama bayi Siti. Pelaku penculikan tak lain adalah si teman baru Siti bernama Leni Marlina (23).

Siti menceritakan, perkenalannya dengan Leni sekira dua minggu lalu. Mereka bertemu saat bersama-sama di puskesmas.

Pertemanan keduanya semakin akrab hingga berlanjut tukar nomor telefon. Pada Senin 8 Juli, Siti melahirkan bayi perempuan. Sepulangnya usai melahirkan, Leni menjenguk Siti untuk melihat si bayi.

Siti yang tengah berada di rumah mertuanya itu datang dikunjungi Leni. Dengan membawa dua tas besar, Siti tidak mencurigai gelagat Leni.

Beberapa saat kemudian, tingkah aneh mulai ditampakkan Leni. "Dia sempat masukin susu, Pampres, dan lainnya ke tas yang dibawa. Bilangnya mau dibeli, tapi saya ambil lagi dari dalam tasnya," tutur Siti.

Leni sempat meminta Siti membelikannya makanan. Saat Leni, Siti, dan adiknya pergi membeli makanan, Leni izin kembali ke rumah Siti. Di saat itulah Leni memanfaatkan situasi membawa bayi Siti.

"Setelah menerima laporan, kita langsung bergerak, mulai mendatangi lokasi kejadian dan pemeriksaan saksi korban. Dari situ, kita mendapat titik terang dan langsung melakukan pengejaran. Alhasil, anggota kita berhasil mengamankan pelaku dan bayi tersebut," terang Hendro saat ungkap kasus penculikan.

Dalam penangkapan, diketahui bayi Siti dibawa kabur oleh pelaku dengan memasukkannya ke tas besar yang sudah dibawa pelaku.

Ditanya mengenai motifnya, Hendro menyebut pelaku sebelumnya mengalami keguguran tanpa sepengetahuan suami dan keluarga. "Karena takut ketahuan, ia nekat menculik bayi," jelasnya.

Sementara pelaku penculikan, Leni, mengatakan sama sekali tidak berniat menculik bayi Siti. Tetapi ketika berada di dalam rumah Siti, ia baru memiliki niat membawanya kabur.

"Saya takut kehilangan suami saya," tutur Leni saat diwawancarai wartawan.

Ia mengungkapkan sempat mengalami depresi di bulan kelima hamil. Di tengah depresi tersebut, Leni mengonsumsi minum-minuman keras yang mengakibatkan janinnya keguguran.

"Saya keguguran untuk kedua kalinya," jelas dia sambil menangis.

Leni menculik bayi Siti untuk melancarkan skenario bohong kepada keluarga. Dirinya berpura-pura baru melahirkan di sebuah klinik kawasan Binong. Ia pun dijemput suami bersama mertuanya ke klinik tersebut.

"Anaknya saya rawat semalam. Enggak ada curiga, baik dari suami atau mertua saya," jelasnya.

Kini Leni harus bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuat. Polisi menjerat dia dengan Pasal 83 juncto Pasal 76F UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU 23/2014 tentang Perubahan UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya pun 15 tahun penjara.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini