Said Aqil Masuk Radar Cawapres, Nasdem Siap Dukung Pilihan Jokowi

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 14 Juli 2018 11:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 14 605 1922230 said-aqil-masuk-radar-urutan-ke-3-cawapres-jokowi-vhd3spw1Vd.jpg Ketua umum PBNU (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gembar-gembor nama Cawapres yang telah dikantongi Jokowi membuat banyak prediksi yang muncul, mulai dari tokoh politik, tokoh agama maupun pembantu di kabinet presiden.

Salah satu nama tokoh agama yang menjabat sebagai Ketua PBNU Said Aqil Siradj bahkan di gadang-gadang masuk dalam radar cawapres yang akan menjadi pendamping Jokowi. Walaupun sampai saat ini belum ada yang mengusung Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) tersebut sebagai cawapres.

Dalam survei cawapres Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) nama Said Aqil masuk posisi teratas bersama Mahfud MD dan Sri Mulyani. Survei itu memiliki responden elite, pembuat opini atau opinion leader dan media massa pemilih nasional. Penilaian survei berdasarkan penilaian kapabilitas, integritas, empati, akseptabilitas, kontinuitas.

Mahfud MD di posisi pertama (7,2), Sri Mulyani di posisi kedua (7), Said Aqil menempati posisi ketiga dengan skor 6,3, lalu Airlangga Hartarto di posisi keempat (6,1) dan Zainul Majdi (6,1).

 

Anggota Dewan Pakar Nasdem Taufiqulhadi mengatakan, pihaknya tidak berkeberatan jika nantinya Said Aqil ditunjuk Jokowi untuk menjadi cawapres. Sebab yang terpenting bagi partai besutan Surya Paloh ini adalah Jokowi kembali menjadi Presiden.

"Kalau NasDem tidak ada posisi tentang cawapres. Siapapun yang diputuskan Pak Jokowi, kita pasti mendukungnya, " katanya saat dihubungi, Sabtu (14/7/2018).

Dia menambahkan, NasDem akan mengikuti keinginan Presiden Jokowi. Sekalipun nantinya cawapres memiliki latar belakang militer, parpol maupun profesional.

Said Aqil pun mengatakan sampai saat ini belum ada partai politik yang berusaha meminang dirinya jadi cawapres. "Belum. Belum ada," kata Said Aqil ditemui usai acara Halal Bihalal PP Muslimat NU di Kalibata, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Dia juga menampik jika PBNU telah memberikan dukungan terhadap Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sebagai Cawapres Jokowi. Dia menyebut hal itu untuk mendoakan saja.

"Sebenarnya bukan dukung, bukan. Cak Imin datang. Kita merestui dan mendoakan saja bahasanya. Mendoakan berhasil," ucapnya.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini