Pencarian Perempuan Bacaleg Tidak Sulit jika Menerapkan UU 2/2008

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 14 Juli 2018 19:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 14 606 1922384 pencarian-perempuan-bacaleg-tidak-sulit-jika-menerapkan-uu-2-2008-MXiVIceoN1.jpg Diskusi membahas Pemilihan Legislatif 2019. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

JAKARTA – Ketua DPP PPP Lena Maryani tidak mengakui bahwa partainya turut mengalami kesulitan mencari bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang berasal dari kalangan perempuan dengan ketentuan 30 persen kepengurusan di tingkat daerah dan pusat.

Adapun syarat keterwakilan perempuan dalam struktur parpol diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik (UU Parpol).

"Jujur saja ini terjadi di PPP. Kesulitan itu tidak akan terjadi bila partai melaksanakan aturan yang diatur oleh Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008. Disyaratkan parpol harus menempatkan 30 persen perempuan di seluruh jenjang. Kalau dilakukan, tidak akan mengalami kesulitan," ujar Lena dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/7/2018).

Ia menambahkan, bilamana ketentuan itu dapat ditaati maka para partai politik tidak akan mengalami kesulitan bacaleg yang berasal dari perempuan tersebut. Tetapi, alasan lainnya yaitu karena tidak adanya kesadaran perempuan untuk ikut dalam demokrasi. Di mana nantinya memberikan sebuah dampak devisit demokrasi tanpa perempuan.

"Di dalam internal perempuan juga belum banyak yang menyadari kehadiran perempuan di demokrasi. Demokrasi akan mengalami devisit bila tidak ada perempuan," ucapnya.

Sementara Ketua DPP PAN Chandra Tirta Wijaya mengaku partainya juga tidak mengalami kesulitan dalam mencari perempuan bakal calon anggota legislatif.

"Alhamdulillah PAN tidak sulit mencari perempuan bacaleg. Hanya kurangnya tinggal 10 sampai 20 persen dikarenakan masalah kurang administrasi saja," tuturnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini