nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Mahasiswa Rebut Lomba Karya Penelitian Kemenristekdikti 2018

Agregasi Antara, Jurnalis · Senin 16 Juli 2018 15:56 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 16 65 1923003 ratusan-mahasiswa-rebut-lomba-karya-penelitian-kemenristekdikti-2018-iXKQ505YGk.jpg Ilustrasi Piala (Foto: Shutterstock)

MAKASSAR- Ratusan tim mahasiswa memperebutkan gelar juara dalam ajang Monev Eksternal PKM Kemenristekdikti 2018 di Ruang Senat Rektorat Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (16/7/2018).

Mereka berasal dari 14 universitas di Tanah Air, yaknik Unhas, UMI, Universitas Negeri Gorontalo, Politeknik Gorontalo, Akademi Farmasi Kebangsaan Makassar, Politeknik Negeri Ujung Pandang, Universitas Muhammadiyah Makassar, UNIFA, UIM, UKI, Akbid Pelamonia Kesdam VII, Politeknik Bosowa, Unibos, dan Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Makassar.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dr Abdul Rasyid Jalil MSi, menjelaskan kegiatan monev PKM ini merupakan tahapan yang bermanfaat bagi para mahasiswa dan dosen pembimbing untuk mendapatkan masukan dan perbaikan dari tim Monev, sehingga kualitas karya mahasiswa semakin lebih baik.

"Mudah-mudahan di akhir kegiatan ini, kami bisa mendapatkan masukan yang membangun, apakah untuk Unhas, Unibos, dan perguruan tinggi lainya," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Tim Monev Eksternal Kemenristedikti Prof Sundani Nurono menyebutkan, tugas reviewer sebagai pencerah yang maksudnya reviewer tidak boleh menista atau mencela hasil karya mahasiswa.

Karena itu, kehadiran tim reviewer Monev Eksternal Kemenristekdikti adalah untuk memberikan arahan dan semangat bagi mahasiswa dalam berkarya dan melakukan kegiatan ilmiah.

Unhas

Universitas Hasanuddin (Foto: Sindo News)

Baca Juga: Wapres JK Antusias Melihat Produk Inovasi Mahasiswa Unhas

Kemudian, menurut Sundani yang menjadi kelemahan mendasar dari seluruh mahasiswa di Indonesia ini dari Aceh sampai Papua adalah masalah berbahasa. Bukan berbahasa Inggris atau bahasa Indonesia dan lainnya, tetapi mahasiswa lebih senang berbahasa visual. Berbahasa visual artinya apa yang dilihat itu yang dibahasakan.

Dia menambahkan, dalam Monev yang dinilai bukan hanya presentasi dengan bahasa visual, tetapi penguasaan karya tersebut secara ilmiah dan intelektual. Bahasa presentasi yang disampaikan berdasarkan data dan pengakajian ilmiah.

"Mahasiswa itu kaum intelektual. Mereka harus tampil seperti intelektual, bukan sekadar akting," lanjutnya.

Kegiatan Monev ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan, untuk menyaring karya-karya penelitian mahasiswa yang terbaik. Unhas sendiri mengikutkan sebanyak 123 tim mahasiswa. Jumlah tim PKM Unhas ini meningkat dari tahun lalu yang hanya 116 tim. Selain kegiatan presentasi karya penelitian mahasiswa, pihak panitia Unhas Monev Eksternal PKM menggelar pameran banner di lantai dasar perpustakaan pusat Unhas.

Baca Juga: Jaga Laut Indonesia, Mahasiswa IPB Ciptakan Inovasi Swarm Ship Pintar

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini