nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tidak Lulus Kampus Negeri Favorit? Segera Move On

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Selasa 17 Juli 2018 10:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 16 65 1923042 tidak-lulus-kampus-negeri-favorit-segera-move-on-Y1bf6SGORA.jpg Ilustrasi Move On (Foto: Shutterstock)

JAKARTA- Seleksi masuk perguruan tiggi negeri, cukup menyita banyak perhatian bagi calon mahasiswa. Pasalnya, minimnya kuota dan seleksi yang ketat membuat persaingan bagi banyak pelajar SMA. Bahkan, tidak semua dari mereka yang lulus dalam kampus favorit.

Psikolog Tika Bisono menyebutkan, salah satu untuk mengatasi rasa kegagalan itu adalah keyakinan dari diri sendiri. Namun, tak menampik untuk meminta bantuan orang lain.

“Misal dia tidak punya plan B atau plan C, bisa dibantu ke ahli konseling, yang pasti harus profesional. Apalagi kalau sudah seperti itu, pikirannya sudah kacau. Belum lagi dibebani dengan nyinyir atau singgungan, seperti 'Yah sayang yah enggak negeri semua.' Itu memang menyebalkan. Mereka harus dibekali bagaimana untuk menampik bunyi-bunyi seperti itu,” papar Tika, yang juga berprofesi sebagai Dosen.

Terkait hal tersebut,menurut Tika peran orangtua sangat mendukung.

“Waktu terus berjalan, jadi jangan sampai karena ambisi-ambisi tertentu seseorang harus membuang waktu. Kasian nantinya, semangat juga datangnya dari diri sendiri,” ungkap Tika.

Tika

Baca Juga: Tika Bisono: Penanaman Pilihan Kampus Seharusnya Sejak 1 SMA

Lebih lanjut, dia mengatakan, manusia pada dasarnya akan semakin percaya diri jika mengalami keberhasilan. Akan tetapi, untuk mencapai apa yang kita impikan, terkadang menurut Tika, harus mencapai jalan panjang atau berputar terlebih dahulu.

“Harus muter dulu baru nanti sampai. Ini pembekalan-pembekalan seperti ini harus ada untuk anak muda. Jadi, bukan terus tidak dapat apa yang dia inginkan, lalu patah arang. Itu sama saja bunuh diri,” ungkap Tika.

Jadi , lanjut dia, harus didampingi dan jangan menggampangkan dengan istilah “yang penting kuliah selesai”.

“Iya, mau kuliah di universitas ternama atau abal-abal itu tergantung orangnya. Tergantung energi dan bagaimana dia memberi cetak biru untuk dirinya seperti apa. Kalau itu semua bisa dilakukan sendiri. Kenapa harus digantungin ke orang lain,” ungkap Tika.

Sementara itu, psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo menambahkan, jika mengalami kegagalan masuk favorit, memang sangat wajar untuk merasa kecewa, sedih dan marah. Namun, seseorang juga harus menerima perasaan itu dengan ikhlas.

“Jadi jika ingin menangis, ya menangislah tapi beri batas waktu pada diri sendiri. Akan sampai kapan bersedihnya dan jangan terlalu lama, karena waktu kehidupan tidak akan menunggu,” ungkap Vera.

Ibu dua anak tersebut pun memberikan tips jitu, “Cari teman yang mengalami kegagalan yang sama sehingga beban terasa lebih ringan karena bertemu dengan teman senasib.”

Ilustrasi teman

Baca Juga: Ini yang Harus Dilakukan Mahasiswa Baru Hadapi Masa Transisi dari SMA

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini