nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fahri Hamzah: Umur PKS Selesai Tahun Ini, Innalillahi Wainnailaihi Rajiun

Bayu Septianto, Jurnalis · Selasa 17 Juli 2018 12:56 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 17 337 1923424 fahri-hamzah-umur-pks-selesai-tahun-ini-innalillahi-wainnailaihi-rajiun-zga7CFmTtB.jpg Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (Rizky/Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang berada pada titik nadir setelah 20 tahun berdiri sejak masa reformasi 1998. Hal itu diungkapkan Fahri saat menanggapi banyaknya masalah di internal PKS menjelang Pemilu 2019.

Salah satu contoh masalah yang menjadi kritikan Fahri adalah banyaknya bakal calon legislatif (bacaleg) di PKS yang mengundurkan diri karena dipaksa menandatangani surat pengunduran diri tak bertanggal yang menjadi syarat bila ingin menjadi caleg di PKS.

"Mungkin inilah umur PKS 20 tahun selesai tahun inilah. Kan kita dulu deklarasi 1998, ini 2018, mungkin ini Innalillahi wa innailaihi rajiun," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/7/2018).

"Kalau caranya begini ya selesai dan mana mungkin orang mau jadi caleg kalau nyawanya udah dipegang partai dari awal. Tinggal tarok tanggal hilang, mustahillah," imbuh Fahri.

 

Menurut Fahri, pimpinan PKS saat ini yakni Muhammad Sohibul Iman telah merusak partai dari dalam. Fahri bahkan memprediksi PKS tidak akan lolos ambang batas parlemen (parlementary treshold) di Pemilu 2019.

Sebab, banyak kader PKS, yang memasukan keluarganya untuk membantu memenuhi kuota caleg yang harus didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini, lanjut Fahri buntut dari banyaknya bacaleg di PKS yang mengundurkan diri.

"Pasti PKS-nya enggak lolos threshold karena ini pun saya dengar orang mundur banyak, kemungkinan bisa nggak nyalon nih. Kita lihat aja. Sebab orang ditumpuk, anak istrinya, pokoknya harus maulah dicalonkan," ucapnya.

 

Sohibul Iman (Okezone)

Fahri beranggapan pimpinan PKS saat ini telah melakukan perbuatan zalim, tak hanya kepada kader PKS tetapi juga kepada rakyat Indonesia. Adanya edaran dari PKS terkait surat pengunduran diri bertanggal kosong yang menjadi syarat bagi para bakal calon anggota legislatif PKS menurut Fahri merupakan pengkhianatan kepada rakyat dan melanggar konstitusi.

"Katanya partai kader, ternyata udah nggak punya kader. Kenapa? Orang nggak mau. Anda boleh jadi pimpinan, tapi jangan zalim gitu dong. Kan gitu," pungkasnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini