Johan Budi Nyaleg dari PDIP, Fahri Hamzah: Alumni KPK Politisi Semua!

Badriyanto, Jurnalis · Selasa 17 Juli 2018 17:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 17 606 1923595 johan-budi-nyaleg-dari-pdip-fahri-hamzah-alumni-kpk-politisi-semua-ArxrKIcZ27.jpg Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah (foto: Ist)

JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah turut menanggapi soal mantan juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi yang telah resmi mendaftarkan diri sebagai calon legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan pada pemilu 2019 mendatang.

Menurut Fahri, Johan Budi adalah salah satu contoh bahwa selama ini KPK diisi oleh oknum politikus. Pasalnya, KPK tidak ubahnya sebagai lembaga politik yang akan bergerak sesuai kepentingan orang-orang tertentu.

"Memang alumni KPK politisi semua, serius saya. Itu semua politis, KPK itu telah menjelma menjadi lembaga politik," kata usai bersaksi sebagai pelapor kasus fitnah dan pencemaran nama baik Presiden PKS Sohibul Iman di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/7/2018).

 Johan

Fahri mengklaim, pejabat KPK itu akan kelihatan politis setelah mereka tidak lagi menjabat. Mereka memanfaatkan jabatannya di lembaga antirasuah tersebut untuk mencari posisi strategis setelah ia tidak lagi menjabat.

"Sampai sekarang lihat saja, semua mantan KPK menjabat cari posisi. Saya saja orang politik tahu diri, saya enggak nyalon, saya kembali ke masyarakat, ini incar jabatan selesai dari KPK, kan memalukan karena motif politiknya dari awal memang diperkuat, itu insting saya dari awal," bebernya.

 johan

Ia mengatakan, memang semua orang punya hak untuk menjadi anggota DPR, termasuk mantan elit KPK. Akan tetapi, bagi Fahri sebaiknya jangan karena ia tentu lebih banyak mengetahui kasus orang lain, terutama kasus korupsi.

"Boleh, tapi kan ada bekas penegak hukum, punya dan tahu kasus banyak orang, secara etik enggak boleh berkelana di dunia politik, ini karena anda pegang rahasia orang, anda diam berkarir secara normal. Harusnya dia apa kek kan banyak rejeki dimana-mana, jadi lawyer, pedagang atau marbot," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini