nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Menlu ASEAN Akan Kunjungi Indonesia dalam Sepekan Mendatang

Rahman Asmardika, Jurnalis · Rabu 18 Juli 2018 15:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 18 18 1924061 dua-menlu-asean-akan-kunjungi-indonesia-dalam-sepekan-mendatang-I3hUWuWb3j.jpg

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah akan mengunjungi Indonesia untuk bertemu dengan Menlu RI, Retno Marsudi pada Senin, 23 Juli. Ini merupakan kunjungan pertama Saifuddin ke Indonesia setelah dilantik menjadi Menlu pada 2 Juli lalu.

Direktur Asia Tenggaa Kementerian Luar Negeri RI, Denny Abdi mengatakan, Indonesia merupakan negara pertama yang menjadi tujuan lawatan Menlu Saifuddin. Lawatan kali ini tampaknya ditujukan sebagai kunjungan perkenalan bagi Menlu Saifuddin.

Hal ini serupa dengan yang dilakukan Dr. Mahathir Mohamad setelah resmi menjabat sebagai perdana menteri Malaysia yang bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bulan lalu.

"Kunjungan menlu Malaysia ke Indonesia adalah kujungan pertama sejak dia dilantik menjadi menlu. begitu juga denagan PM Malaysia. Ini menunjukkan arti penting kedua negara," kata Denny pada press briefing, Rabu (18/7/2018).

Malaysia dan Indonesia merupakan negara bertetangga sekaligus mitra yang erat dalam ASEAN. Menurut Denny, kedua negara memiliki hubungan yang unik dan telah menjalin kerja sama dalam banyak bidang.

Salah satu isu yang paling sering menjadi pembahasan dalam pertemuan bilateral Indonesia-Malaysia adalah isu mengenai tenaga kerja Indonesia (TKI). Kedua negara juga tengah melakukan kerja sama konservasi badak sumatera yang langka yang saat ini terancam punah.

Sebelum menerima lawatan Menlu Malaysia, Menlu Retno akan terlebih dahulu mendapat kunjungan dari Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Darussalam, Erywan Yusof. Menlu Yusof akan datang ke Indonesia dengan membawa sejumlah pengusaha dari negaranya.

Dalam kunjungan ini, kedua menlu direncanakan membahas mengenai kerja sama investasi, terutama di bidang pariwisata.

"Kita tahu Brunei memilki pendapatan per kapita yang cukup tinggi, nomor dua di asean. Di sana tersimpan potensi kerjasama," jelas Denny.

"Selama ini Brunei mengandalkan dari cadangan minyak, tetapi sekarang mulai melakukan diversifikasi. Indonesia menjadi salah satu tujuan investasi untuk pengusaha Brunei."

Bali menjadi salah satu daerah yang dipromosikan untuk menjadi tujuan investasi para pengusaha Brunei.(kha)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini