nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah 230 Tahun, Tahanan di Bangladesh Akhirnya Akan Mendapatkan Bantal

Rahman Asmardika, Jurnalis · Kamis 19 Juli 2018 16:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 19 18 1924608 setelah-230-tahun-tahanan-di-bangladesh-akhirnya-akan-mendapatkan-bantal-wjAmsV8CsL.jpg Ilustrasi. (Foto: Reuters)

DHAKA – Setelah 230 tahun menggunakan selimut sebagai pengganti bantal, para tahanan di Bangaldesh akhirnya akan mendapatkan bantal kapas untuk menemani tidur mereka. Pemberian bantal ini merupakan yang pertama kalinya sepanjang sejarah penjara di Negara Asia Selatan itu.

Sejak 1788, ketika "bangsal kriminal" dibangun di Dhaka di Jalan Nazimuddin, yang kemudian diubah menjadi Penjara Pusat Dhaka, tahanan tidak pernah diberi bantal untuk mengistirahatkan kepala mereka. Praktik ini diadopsi oleh setiap penjara di Bangladesh.

BACA JUGA: Berontak, 182 Prajurit Bangladesh Dipenjara

Sebagai gantinya, mereka akan diberi tiga selimut, satu piring dan satu mangkuk untuk hidup di penjara sesuai dengan layanan penyediaan penjara. Demikian dijelaskan Asisten Inspektur Jenderal untuk Direktorat Penjara, Admin Abdullah Al Mamun kepada Daily Star sebagaimana dilansir Straits Times, Kamis (19/7/2018).

Para tahanan akan menggunakan selembar selimut sebagai alas tidur, selembar lain untuk menutupi tubuh mereka saat tidur, dan yang selembar yang tersisa akan dilipat dan digunakan sebagai pengganti bantal.

Mamun mengatakan, sebelumnya bantal kapas dan kelambu hanya diizinkan untuk tahanan yang memiliki fasilitas divisi atau dirawat di rumah sakit karena alasan kesehatan. Tahanan umum tidak diizinkan untuk memiliki bantal.

Namun, menurut otoritas penjara, semua itu akan berubah karena para tahanan akan diberikan bantal mulai Oktober mendatang dan seterusnya.

Inspektur Jenderal Penjara, Syed Iftekhar Uddin mengatakan bahwa mereka telah mengambil inisiatif untuk mengatur pemberian bantal untuk setiap tahanan karena itu diperlukan untuk tidur nyenyak.Dia mengatakan, jika ada tahanan yang gagal tidur dengan benar, itu akan menciptakan komplikasi psikologis dan orang itu mungkin tidak dapat bekerja dengan baik.

"Kami telah membeli beberapa bantal di tahun fiskal terakhir setelah menerima persetujuan dari kementerian dalam negeri dan membeli lagi tahun ini," kata Iftekhar Uddin.

BACA JUGA: Mantan PM Bangladesh Divonis Lima Tahun Penjara Atas Tuduhan Korupsi

Dia menambahkan, inisiatif pemberian bantal itu merupakan bagian dari upaya mengubah penjara menjadi lembaga pemasyarakatan. Bantal-bantal itu mulanya akan dibagikan pada tahanan di penjara-penjara besar dan perlahan-lahan dibagikan ke semua penjara.

Menurut pejabat penjara pusat Bangladesh, saat ini ada 76.000 tahanan di 68 penjara di seluruh negeri.

Sebelumnya pada 2007-2008, otoritas penjara mencoba mengatur bantal untuk narapidana, tetapi prakarsa itu tidak membuahkan hasil setelah kekhawatiran bahwa narapidana mungkin terlibat dalam pertarungan memperebutkan bantal atau menggunakannya untuk mencekik orang lain sampai mati.

Namun, seorang mantan pejabat tinggi dari direktorat penjara mengatakan kepada The Daily Star bahwa ide itu benar-benar tidak berdasar karena ia percaya tahanan tidak akan pernah berkelahi memperebutkan bantal.

Dia mengatakan, inisiatif dari pemerintah ini sangat baik dan menambahkan bahwa otoritas penjara perlu memastikan bantal-bantal itu bersih dan dicuci secara rutin setelah dibagikan. Mereka juga perlu memeriksa apakah ada tahanan yang menggunakan bantal-bantal tersebut untuk kegiatan kriminal seperti menyembunyikan ponsel atau narkotika.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini