nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polemik Zonasi Sekolah, Mendikbud dan Sri Mulyani Tukar Pengalaman

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 19 Juli 2018 14:37 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 19 65 1924533 polemik-zonasi-sekolah-mendikbud-dan-sri-mulyani-tukar-pengalaman-EDazyb6WVu.jpeg Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Taufik/Okezone

JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy menjelaskan tentang sistem zonasi sekolah yang sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Penjelasan ini disampaikan di hadapan Menteri Keuangan Sri Mulyani

Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan sistem zonasi sekolah yang diharuskan untuk menerima minimal 90% siswa dari area sekitarnya dan hanya 5% kuota untuk calon siswa dari luar zona itu. Di mana program sistem zonasi itu, sudah digunakan di negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Mendikbud Muhadjir Effendy Datangi KPK 

"Jadi, nantinya tidak ada lagi kastanisasi program dan sekolah-sekolah favorit, seperti sekolahnya Bu Menkeu yang di Semarang itu, nantinya akan diubah menjadi sekolah-sekolah yang merata," ujar Muhadjir Effendy dalam sambutannya di Kemendikbud Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2018).

Baca Juga: Zonasi Sekolah Permudah Distribusi Guru, dari Sekolah Favorit ke Nonfavorit

Muhadjir menjelaskan, sistem zonasi ini, untuk tidak ada lagi kastanisasi dan sekolah-sekolah favorit. "Untuk mereka siswa yang diterima di favorit pasti ada kebanggaan, tapi mereka yang tersingkir dari sekolah favorit pasti malu dan tidak mau menyebutkan sekolahnya," ungkapnya.

Maka itu, lanjut dia, hal itu tidak akan bagus dalam membangun Indonesia ke depannya. Karena lulusan dari manapun yang menanggung nantinya juga negara. "Inilah yang menjadi konsen kami nantinya," tuturnya.

Menkeu Sri Mulyani: Kinerja APBN 2018 Alami Perbaikan 

Sementara itu, Sri Mulyani menceritakan tentang pengalamannya bersekolah di Amerika Serikat yang memang sudah menggunakan zonasi sekolah.

"Kalau dulu saya pas sekolah di Amerika itu, kita harus cari rumah di dekat dengan nilai kita di sekolah, maka itu, Pak Menteri ingin menerapkan di sini" pungkasnya.

(rhs)

Berita Terkait

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini